Info Indonesia
Kamis, 15 September 2016
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] JAKARTA - Mata rakyat Indonesia sekarang tertuju ke Jakarta yang akan menggelar Pilkada untuk pemilihan Gubernu-Wakil Gubernur pada 2017.
Wajar, sebagai ibukota negara, perhelatan Pilkada DKI Jakarta tidak hanya ditunggu oleh warga DKI tapi hampir segenap pelosok Indonesia turut mengamati.
Siapa yang akan atau paling berpeluang memenangkan Pilkada DKI yang akan dihelat Februari tahun depan?
Sebuah lembaga survei yang cukup kredibel dan objektif, POLTRACKING, hari ini Kamis (15/9) merilis HASIL SURVEI "Menakar Kandidat Kuat Gubernur DKI Jakarta 2017".
Dari survei yang dilakukan dengan simulasi beberapa kandidat dan simulasi head to head, hasilnya pasangan Risma - Sandiaga Uno merupakan pasangan yang mampu mengalahkan petahana, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Secara INDIVIDUAL, elektabiltas Ahok tertinggi diantara kandidat yang disurvei. Tapi kalau berpasangan (Cagub-Cawagub), maka tingkat elektabilitas terjadi pergeseran.
Berikut Hasil Survei POLTRACKING dengan beberapa simulasi:
(1) ELEKTABILITAS 5 KANDIDAT GUBERNUR DKI JAKARTA
(2) ELEKTABILITAS 4 KANDIDAT GUBERNUR DKI JAKARTA
(3) ELEKTABILITAS 3 KANDIDAT GUBERNUR DKI JAKARTA
(4) ELEKTABILITAS SIMULASI 3 PASANG KANDIDAT
(5) ELEKTABILITAS SIMULASI 3 PASANG KANDIDAT
(6) ELEKTABILITAS SIMULASI 2 PASANG KANDIDAT
(6) ELEKTABILITAS SIMULASI 2 PASANG KANDIDAT
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Sebuah berita yang berasal dari media TV Nasional, Trans 7, baru-baru ini membuat geger media sosial.
Dalam berita tersebut, dikabarkan Umat Islam yang tengah salat di Masjid Jami' Alun-Alun Malang itu menghadap gereja, sedangkan Trans 7 memberikan keterangan "sebagai penghormatan antar umat beragama."
Padahal memang pada dasarnya Masjid Jami' alun-alun kota Malang itu terdapat sebuah gereja kuno yang berdiri di samping Masjid, dan kebetulan memang kiblat ka'bah mengarah ke gereja tersebut.
"Judul berita yang jancuk sekali.. Kalau Anda pernah melintas di masjid jami' alun alun kota malang sudah pasti akan tahu bahwa disamping masjid itu berdiri sebuah gereja kuno. Pada pelaksanaan sholat hari raya umat muslim, jamaah masjid jami mmg selalu meluber hingga luar area masjid, sampai ke badan jalan yg berada didepan gereja. Secara otomatis jamaah yg sholat dibagian itu menghadap ke bangunan gereja," tulis Facebooker Wasito Adi dalam beranda Facebooknya, 14 September 2016.
Sangat disayangkan sekali, media TV Nasional memframing peristiwa tersebut menjadi sebuah judul berita yang bisa menimbulkan salah persepsi dikalangan masyarakat luas yang tidak tahu persis situasi di loikasi kejadian.
"Semestinya KPI tegas terhadap media yang suka melakukan framing daripada main blur gambar, gak faedahnya," tulisnya lagi.
Wasito juga mengupload sebuah foto ketika penayangan berita umat islam salat menghadap gereja yang ditayangkan oleh Trans 7. Hingga berita ini diterbitkan, postingan Wasito sudah dibagikan oleh lebih dari 1.000 pengguna Facebook.
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Musisi kawakan Ahmad Dhani menatap kursi Wakil Bupati Bekasi. Ia bakal diusung Gerindra dan PKS di Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 disandingkan dengan Sa'duddin calon bupati dari PKS yang merupakan mantan bupati Bekasi periode 2007-2012.
Ahmad Dhani maju Pilbup Bekasi setelah mendapat restu dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Namun awalnya Prabowo menyayangkan sekelas Ahmad Dhani hanya maju di level kabupaten dan menjadi wakil bupati.
"Sudah direstui Pak Prabowo. Pak Prabowo itu justru menganggap menjadi Wakil Bupati itu terlalu kecil untuk Ahmad Dhani," kata Ahmad Dhani saat berbincang dengan detikcom, Rabu (14/9/2016), mengungkap pertemuan dengan Prabowo beberapa waktu lalu.
Ahmad Dhani pun menjawab sebagai seniman harus belajar dari bawah.
"Saya ini kan seniman, harus belajar dari bawah. Akhirnya beliau mengerti. Jadi sebenarnya Pak Prabowo ini ngeman-eman (menyayangkan)," kata Dhani.
Dhani pun kemudian bicara kedekatannya dengan Prabowo. Ia menganggap Prabowo sebagai panutan.
"Pak Prabowo sama saya itu soalnya hubungannya persahabatan bukan politik. Jadi beliau nggak pernah meminta saya menjadi kader," katanya.
Prabowo tak memberikan arahan kepada Dhani sebelum maju Pilbup Bekasi. "Nggak ada pesan. Ya obrolan kayak gitu dari DPD dan DPC-nya. Pesan-pesan bagaimana menjalankan pemerintahan ke depan seperti apa itu teknis dari DPD dan DPC-nya," pungkasnya.
Kepastian pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani maju di Pilbup Bekasi sudah disampaikan PKS.
PKS menyatakan telah sah mendukung pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani untuk maju ke Pilkada Kabupaten Bupati 2017. Mereka segera mendeklarasikan dukungan, karena pasangan ini sudah didukung bersama PKS, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura.
"Alhamdulillah SAH," kata Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Bekasi, Imam Hambali, dalam keterangannya, Kamis (15/9/2016), dikutip detikcom.
SAH adalah akronim dari dua nama orang yang dia dukung itu. Dia menjelaskan, deklarasi akan dilakukan pada 18 September. Namun demikian, tempat deklarasi belum diumumkan sekarang.
"Insya Allah pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani (SAH) yang diusung PKS, Gerindra, Demokrat, dan Hanura akan dideklarasikan pada hari Ahad, 18 September 2016," kata Imam.
Rabu, 14 September 2016
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] PKS menyatakan telah sah mendukung pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani untuk maju ke Pilkada Kabupaten Bupati 2017. Mereka segera mendeklarasikan dukungan, karena pasangan ini sudah didukung bersama PKS, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura.
"Alhamdulillah SAH," kata Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Bekasi, Imam Hambali, dalam keterangannya, Kamis (15/9/2016), dikutip detikcom.
SAH adalah akronim dari dua nama orang yang dia dukung itu. Dia menjelaskan, deklarasi akan dilakukan pada 18 September. Namun demikian, tempat deklarasi belum diumumkan sekarang.
"Insya Allah pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani (SAH) yang diusung PKS, Gerindra, Demokrat, dan Hanura akan dideklarasikan pada hari Ahad, 18 September 2016," kata Imam.
Ahmad Dhani menyebut telah mendapat restu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 sebagai bakal calon wakil bupati. Dhani mendampinig bakal calon bupati asal PKS Sa'duddin.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Ahmad Syaikhu menyampaikan optimisme pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani akan memberikan kemenangan di Pilkada Kabupaten Bekasi yang akan berlangsung pada Februari 2017 nanti.
“Keputusan untuk mencalonkan Ahmad Dhani mendampingi Sa’aduddin di Pilkada Kabupaten Bekasi, merupakan keputusan pusat dengan pertimbangan dan keinginan memiliki pasangan yang membawa kemenangan. Dan sosok Dhani dianggap mampu,” kata Syaikhu di kantornya, Rabu 14 September 2016, dikutip VIVAnews.
“Dari pertemuan dan komunikasi yang intens dari pasangan ini, sudah nampak muncul chemistry yang semakin menguat sehingga kemungkinan dalam waktu dekat akan disahkan untuk mendaftarkan diri ke KPUD Kabupaten Bekasi,” tuturnya.
Sa'duddin yang merupakan tokoh senior PKS ini adalah mantan Bupati Bekasi periode 2007 - 2012. Pada Pilkada Bekasi 2012 gagal menjadi bupati lagi setelah kalah dari Neneng Hasanah Yasin. Saat ini Sa'duddin merupakan anggota DPR RI periode 2014-2019.
INFO INDONESIA
Oleh: R Ferdian Andi R*
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini benar-benar diuji dalam Pilkada DKI Jakarta ini. DKI Jakarta yang pernah menjadi basis partai Islam ini menjadi pertaruhan bagi PKS dan juga kepemimpinan Presiden PKS Sohibul Iman.
PKS yang selama ini dikenal liat dalam berpolitik dan sulit ditebak dalam manuvernya, namun dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini menggambarkan hal yang lain. PKS justru berpolitik dengan cara tanpa "tedeng aling-aling".
Duet Sandiaga Uno-Mardani Ali Sera menjadi pembuktian nyata manuver PKS tersebut. Simak saja penjelasan Presiden PKS Sohibul Iman terkait polemik duet Sandi-Mardani ini yang direspons tidak bergairah oleh pasar politik DKI Jakarta.
Anggota Komisi X DPR RI ini menyebutkan munculnya nama Mardani lantaran ada garansi Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. "PKS telah mendapat jaminan dari Prabowo terkait pencalonan Mardani mendampingi Sandiaga sebagai bakal cawagub DKI," ujar Sohibul dalam siaran pers yang diterima, Rabu (14/9/2016).
Sohibul menambahkan saat ini pihaknya terus membangun komunikasi dengan sejumlah stakeholder partai politik yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan. "Kami terus membangun komunikasi dengan semua partai, termasuk partai koalisi," tambah Kang Iman, demikian ia kerap disapa.
Sementara di tempat yang sama Bacawagub Mardani Ali Sera tidak menyoal berbagai komentar yang muncul pasca-deklarasi pasangan Sandi-Mardani. Kendati demikian, ia berharap koalisi kekeluargaan terus terajut mengingat tahapan pilkada DKI Jakarta tak lama lagi mulai berjalan. "PKS berharap koalisi kekeluargaan tetap jalan bersama," harap mantan anggota Komisi I DPR RI ini.
Mardani juga tak menyoal bila dalam kenyataannya parta koalisi kekeluargaan memiliki pasangan calonnya sendiri. Dia mengklaim hal tersebut justru positif bagi PKS. "Adanya Yusril Ihza Mahendra atau Saefullah justru malah bagus. Dengan demikian publik akan tahu, tinggal proses politiknya dinamis. Menunjukkan kami harus segera bekerja keras dan berkomunikasi," imbuh Mardani.
Langkah berani PKS yang mengusung Sandi-Mardani semestinya melalui kalkulasi politik yang matang dan terukur. Pengalaman Pilkada tahun 2012 lalu dengan mencalonkan Hidayat Nur Wahid yang memiliki ketokohan jauh di atas Sandiaga Uno atau Mardani Ali Sera hanya memperoleh 11 persen suara.
Semestinya, pengalaman Pilkada 2012 lalu menjadi pelajaran penting bagi PKS. Bagaimanapun, konstalasi politik lokal Jakarta berpengaruh dalam konstalasi politik nasional melalui Pemilu 2019, tiga tahun mendatang.
Jika PKS tidak hati-hati dan mawas diri, bukan tidak mungkin Pemilu 2019 mendatang menjadi senjakala partai ini. Apalagi, hingga kini, di bawah kepemimpinan Sohibul Iman belum ada gebrakan yang konkret ke publik.*
*Sumber: INILAH.COM
INFO INDONESIA
(Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo)
[portalpiyungan.com] JAKARTA - Jelang pendaftaran cagub DKI (19-21 September), peta calon yang akan maju makin dinamis dan bisa mengejutkan.
Duet Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo (Yoyok) atau duet Riyoyo (Risma-Yoyok) mencuat. Partai Gerindra menyambut baik wacana tersebut.
"Nggak ada masalah. Dengan Yoyok silakan. Kita selalu luwes," ungkap Ketua DPP Desmond J Mahesa saat dihubungi, Rabu (14/9/2016).
Gerindra juga masih melihat dinamika yang muncul jelang masa-masa pendaftaran ini. Jika PDIP nantinya akan membawa Risma ke DKI Jakarta, partai pimpinan Prabowo Subianto itu juga bisa mengikuti.
"Hari ini Risma menguat juga. Siapapun bagi Gerindra asal jangan Ahok. Kalau Risma maju, kita dukung kok. Pasangan enggak juga harus dari Gerindra," tutur Desmond.
Meski telah memunculkan nama kadernya, Sandiaga Uno sebagai cagub, ternyata keputusan Gerindra masih bisa berubah. Apalagi setelah ada wacana Sandiaga dipasangkan dengan kader PKS Mardani, partai-partai Koalisi Kekeluargaan mulai cabut dukungan terhadap Sandiaga.
"Kalau tidak ada lagi partai yang mendukung Sandiaga Uno, kenapa kita tidak mencabut juga. Kan Sandiaga bukan satu-satunya yang bisa diharapkan masyarakat. Ini bicara tentang kemaslahatan masyarakat Jakarta," sebutnya
"Harapannya kan yang memberikan manfaat lebih ke masyarakat Jakarta dibandingkan Ahok. Itu kita akan dukung. Realitanya Sandi tidak didukung partai lain, artinya kami tidak bisa mengusung. Lebih baik kamu juga cabut dan bergabung dengan yang lain kan," tambah Desmond.
Untuk itu, Gerindra masih akan memperhitungkan soal pencalonan di Pilgub DKI. Segala peluang disebutnya masih terbuka hingga akhirnya masa pendaftaran di KPU usai.
"Kita tunggu aja 5-6 hari ini. Kita akan lihat kalau Gerindra dan PKS cukup atau tidak. Segala sesuatu bisa berubah. Dunia tidak akan kiamat karena Ahok, kalau kata Pak Prabowo," beber pimpinan Komisi III DPR itu.
"Kita berharap yang keluar di Pilgub DKI hanya 2 pasang. Ahok dengan siapa, dan yang lain sama siapa. Kalau banyak-banyak kita nggak bisa ngalahin Ahok," sambung Desmond.
Sebelumnya Yoyok menyambut antusias wacana akan dirinya dipasangkan dengan Risma untuk Pilgub DKI. Ia menyatakan duet Riyoyo akan sukse
"Kalau saya sih dengan Mbak Risma sih... kalau itu pasti menang. Enggak ada yang sebaik Risma di Indonesia sekarang," kata Yoyok, Rabu (14/9). (ear/dnu)
Sumber: detikcom
***
Mayor Arh. (Purn.) H. Yoyok Riyo Sudibyo (lahir di Batang, Jawa Tengah, 23 April 1972; umur 44 tahun) adalah Bupati Batang yang menjabat sejak 13 Februari 2012.
Pada saat pilkada Kabupaten Batang 2012, Yoyok awalnya maju sebagai calon independen, didukung oleh kelompok masyarakat, petani dan pegiat LSM. Pada detik-detik menjelang pendaftaran ke KPUD, partai-partai politik menyatakan dukungannya, sehingga secara resmi pasangan Yoyok-Soetadi tercatat sebagai pasangan yang didukung oleh Golkar, PAN, PPP, Partai Demokrat, dan sejumlah partai nonparlemen di Batang.
INFO INDONESIA
by Irfan Noviandana*
Jika kamu memiliki teman yang beragama syiah, hindari, jaga jarak, sebisa mungkin tidak bermuamalah dengannya kecuali dalam keadaan darurat atau anda tidak bisa menolak jual beli dengannya.
Masih ingat dengan musibah Haji di Mina tahun lalu? Musibah yang merenggut nyawa ratusan jamaah haji tersebut memberikan reaksi masyarakat dari seluruh penjuru dunia.
Yang membuat masyarakat muslim kaget adalah reaktifnya seorang penulis buku terkenal yang novelnya sering dijadikan film layar lebar oleh Haidar Bagir.
Tulisan dengan judul "Karpet Merah Perenggut Nyawa" tersebut adalah framing tuduhan sang penulis kepada iring-iringan kerajaan Arab Saudi. Dan sampai hari ini dirinya belum menarik tulisan yang didasarkan tuduhan dari kaum syiah.
Saya tidak mengajak kita semua menuduhnya sebagai syiah, tapi memang pengaruh teman karibnya membuat pemikirannya menjadi syiah minded, cara berpikir ala orang syiah kepada satu isu.
Maka, Jangan Jadikan Syiah Teman Karibmu.
___
*Sumber: fb penulis
Baca: Tanpa Jamaah Haji dari Iran, Pelaksanaan Haji Tahun Ini Tertib Tanpa Insiden
Langganan:
Komentar (Atom)