Kamis, 15 September 2016
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] JAKARTA - Mata rakyat Indonesia sekarang tertuju ke Jakarta yang akan menggelar Pilkada untuk pemilihan Gubernu-Wakil Gubernur pada 2017.
Wajar, sebagai ibukota negara, perhelatan Pilkada DKI Jakarta tidak hanya ditunggu oleh warga DKI tapi hampir segenap pelosok Indonesia turut mengamati.
Siapa yang akan atau paling berpeluang memenangkan Pilkada DKI yang akan dihelat Februari tahun depan?
Sebuah lembaga survei yang cukup kredibel dan objektif, POLTRACKING, hari ini Kamis (15/9) merilis HASIL SURVEI "Menakar Kandidat Kuat Gubernur DKI Jakarta 2017".
Dari survei yang dilakukan dengan simulasi beberapa kandidat dan simulasi head to head, hasilnya pasangan Risma - Sandiaga Uno merupakan pasangan yang mampu mengalahkan petahana, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Secara INDIVIDUAL, elektabiltas Ahok tertinggi diantara kandidat yang disurvei. Tapi kalau berpasangan (Cagub-Cawagub), maka tingkat elektabilitas terjadi pergeseran.
Berikut Hasil Survei POLTRACKING dengan beberapa simulasi:
(1) ELEKTABILITAS 5 KANDIDAT GUBERNUR DKI JAKARTA
(2) ELEKTABILITAS 4 KANDIDAT GUBERNUR DKI JAKARTA
(3) ELEKTABILITAS 3 KANDIDAT GUBERNUR DKI JAKARTA
(4) ELEKTABILITAS SIMULASI 3 PASANG KANDIDAT
(5) ELEKTABILITAS SIMULASI 3 PASANG KANDIDAT
(6) ELEKTABILITAS SIMULASI 2 PASANG KANDIDAT
(6) ELEKTABILITAS SIMULASI 2 PASANG KANDIDAT
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Sebuah berita yang berasal dari media TV Nasional, Trans 7, baru-baru ini membuat geger media sosial.
Dalam berita tersebut, dikabarkan Umat Islam yang tengah salat di Masjid Jami' Alun-Alun Malang itu menghadap gereja, sedangkan Trans 7 memberikan keterangan "sebagai penghormatan antar umat beragama."
Padahal memang pada dasarnya Masjid Jami' alun-alun kota Malang itu terdapat sebuah gereja kuno yang berdiri di samping Masjid, dan kebetulan memang kiblat ka'bah mengarah ke gereja tersebut.
"Judul berita yang jancuk sekali.. Kalau Anda pernah melintas di masjid jami' alun alun kota malang sudah pasti akan tahu bahwa disamping masjid itu berdiri sebuah gereja kuno. Pada pelaksanaan sholat hari raya umat muslim, jamaah masjid jami mmg selalu meluber hingga luar area masjid, sampai ke badan jalan yg berada didepan gereja. Secara otomatis jamaah yg sholat dibagian itu menghadap ke bangunan gereja," tulis Facebooker Wasito Adi dalam beranda Facebooknya, 14 September 2016.
Sangat disayangkan sekali, media TV Nasional memframing peristiwa tersebut menjadi sebuah judul berita yang bisa menimbulkan salah persepsi dikalangan masyarakat luas yang tidak tahu persis situasi di loikasi kejadian.
"Semestinya KPI tegas terhadap media yang suka melakukan framing daripada main blur gambar, gak faedahnya," tulisnya lagi.
Wasito juga mengupload sebuah foto ketika penayangan berita umat islam salat menghadap gereja yang ditayangkan oleh Trans 7. Hingga berita ini diterbitkan, postingan Wasito sudah dibagikan oleh lebih dari 1.000 pengguna Facebook.
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Musisi kawakan Ahmad Dhani menatap kursi Wakil Bupati Bekasi. Ia bakal diusung Gerindra dan PKS di Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 disandingkan dengan Sa'duddin calon bupati dari PKS yang merupakan mantan bupati Bekasi periode 2007-2012.
Ahmad Dhani maju Pilbup Bekasi setelah mendapat restu dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Namun awalnya Prabowo menyayangkan sekelas Ahmad Dhani hanya maju di level kabupaten dan menjadi wakil bupati.
"Sudah direstui Pak Prabowo. Pak Prabowo itu justru menganggap menjadi Wakil Bupati itu terlalu kecil untuk Ahmad Dhani," kata Ahmad Dhani saat berbincang dengan detikcom, Rabu (14/9/2016), mengungkap pertemuan dengan Prabowo beberapa waktu lalu.
Ahmad Dhani pun menjawab sebagai seniman harus belajar dari bawah.
"Saya ini kan seniman, harus belajar dari bawah. Akhirnya beliau mengerti. Jadi sebenarnya Pak Prabowo ini ngeman-eman (menyayangkan)," kata Dhani.
Dhani pun kemudian bicara kedekatannya dengan Prabowo. Ia menganggap Prabowo sebagai panutan.
"Pak Prabowo sama saya itu soalnya hubungannya persahabatan bukan politik. Jadi beliau nggak pernah meminta saya menjadi kader," katanya.
Prabowo tak memberikan arahan kepada Dhani sebelum maju Pilbup Bekasi. "Nggak ada pesan. Ya obrolan kayak gitu dari DPD dan DPC-nya. Pesan-pesan bagaimana menjalankan pemerintahan ke depan seperti apa itu teknis dari DPD dan DPC-nya," pungkasnya.
Kepastian pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani maju di Pilbup Bekasi sudah disampaikan PKS.
PKS menyatakan telah sah mendukung pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani untuk maju ke Pilkada Kabupaten Bupati 2017. Mereka segera mendeklarasikan dukungan, karena pasangan ini sudah didukung bersama PKS, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura.
"Alhamdulillah SAH," kata Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Bekasi, Imam Hambali, dalam keterangannya, Kamis (15/9/2016), dikutip detikcom.
SAH adalah akronim dari dua nama orang yang dia dukung itu. Dia menjelaskan, deklarasi akan dilakukan pada 18 September. Namun demikian, tempat deklarasi belum diumumkan sekarang.
"Insya Allah pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani (SAH) yang diusung PKS, Gerindra, Demokrat, dan Hanura akan dideklarasikan pada hari Ahad, 18 September 2016," kata Imam.
Rabu, 14 September 2016
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] PKS menyatakan telah sah mendukung pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani untuk maju ke Pilkada Kabupaten Bupati 2017. Mereka segera mendeklarasikan dukungan, karena pasangan ini sudah didukung bersama PKS, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura.
"Alhamdulillah SAH," kata Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Bekasi, Imam Hambali, dalam keterangannya, Kamis (15/9/2016), dikutip detikcom.
SAH adalah akronim dari dua nama orang yang dia dukung itu. Dia menjelaskan, deklarasi akan dilakukan pada 18 September. Namun demikian, tempat deklarasi belum diumumkan sekarang.
"Insya Allah pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani (SAH) yang diusung PKS, Gerindra, Demokrat, dan Hanura akan dideklarasikan pada hari Ahad, 18 September 2016," kata Imam.
Ahmad Dhani menyebut telah mendapat restu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 sebagai bakal calon wakil bupati. Dhani mendampinig bakal calon bupati asal PKS Sa'duddin.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Ahmad Syaikhu menyampaikan optimisme pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani akan memberikan kemenangan di Pilkada Kabupaten Bekasi yang akan berlangsung pada Februari 2017 nanti.
“Keputusan untuk mencalonkan Ahmad Dhani mendampingi Sa’aduddin di Pilkada Kabupaten Bekasi, merupakan keputusan pusat dengan pertimbangan dan keinginan memiliki pasangan yang membawa kemenangan. Dan sosok Dhani dianggap mampu,” kata Syaikhu di kantornya, Rabu 14 September 2016, dikutip VIVAnews.
“Dari pertemuan dan komunikasi yang intens dari pasangan ini, sudah nampak muncul chemistry yang semakin menguat sehingga kemungkinan dalam waktu dekat akan disahkan untuk mendaftarkan diri ke KPUD Kabupaten Bekasi,” tuturnya.
Sa'duddin yang merupakan tokoh senior PKS ini adalah mantan Bupati Bekasi periode 2007 - 2012. Pada Pilkada Bekasi 2012 gagal menjadi bupati lagi setelah kalah dari Neneng Hasanah Yasin. Saat ini Sa'duddin merupakan anggota DPR RI periode 2014-2019.
INFO INDONESIA
Oleh: R Ferdian Andi R*
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini benar-benar diuji dalam Pilkada DKI Jakarta ini. DKI Jakarta yang pernah menjadi basis partai Islam ini menjadi pertaruhan bagi PKS dan juga kepemimpinan Presiden PKS Sohibul Iman.
PKS yang selama ini dikenal liat dalam berpolitik dan sulit ditebak dalam manuvernya, namun dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini menggambarkan hal yang lain. PKS justru berpolitik dengan cara tanpa "tedeng aling-aling".
Duet Sandiaga Uno-Mardani Ali Sera menjadi pembuktian nyata manuver PKS tersebut. Simak saja penjelasan Presiden PKS Sohibul Iman terkait polemik duet Sandi-Mardani ini yang direspons tidak bergairah oleh pasar politik DKI Jakarta.
Anggota Komisi X DPR RI ini menyebutkan munculnya nama Mardani lantaran ada garansi Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. "PKS telah mendapat jaminan dari Prabowo terkait pencalonan Mardani mendampingi Sandiaga sebagai bakal cawagub DKI," ujar Sohibul dalam siaran pers yang diterima, Rabu (14/9/2016).
Sohibul menambahkan saat ini pihaknya terus membangun komunikasi dengan sejumlah stakeholder partai politik yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan. "Kami terus membangun komunikasi dengan semua partai, termasuk partai koalisi," tambah Kang Iman, demikian ia kerap disapa.
Sementara di tempat yang sama Bacawagub Mardani Ali Sera tidak menyoal berbagai komentar yang muncul pasca-deklarasi pasangan Sandi-Mardani. Kendati demikian, ia berharap koalisi kekeluargaan terus terajut mengingat tahapan pilkada DKI Jakarta tak lama lagi mulai berjalan. "PKS berharap koalisi kekeluargaan tetap jalan bersama," harap mantan anggota Komisi I DPR RI ini.
Mardani juga tak menyoal bila dalam kenyataannya parta koalisi kekeluargaan memiliki pasangan calonnya sendiri. Dia mengklaim hal tersebut justru positif bagi PKS. "Adanya Yusril Ihza Mahendra atau Saefullah justru malah bagus. Dengan demikian publik akan tahu, tinggal proses politiknya dinamis. Menunjukkan kami harus segera bekerja keras dan berkomunikasi," imbuh Mardani.
Langkah berani PKS yang mengusung Sandi-Mardani semestinya melalui kalkulasi politik yang matang dan terukur. Pengalaman Pilkada tahun 2012 lalu dengan mencalonkan Hidayat Nur Wahid yang memiliki ketokohan jauh di atas Sandiaga Uno atau Mardani Ali Sera hanya memperoleh 11 persen suara.
Semestinya, pengalaman Pilkada 2012 lalu menjadi pelajaran penting bagi PKS. Bagaimanapun, konstalasi politik lokal Jakarta berpengaruh dalam konstalasi politik nasional melalui Pemilu 2019, tiga tahun mendatang.
Jika PKS tidak hati-hati dan mawas diri, bukan tidak mungkin Pemilu 2019 mendatang menjadi senjakala partai ini. Apalagi, hingga kini, di bawah kepemimpinan Sohibul Iman belum ada gebrakan yang konkret ke publik.*
*Sumber: INILAH.COM
INFO INDONESIA
(Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo)
[portalpiyungan.com] JAKARTA - Jelang pendaftaran cagub DKI (19-21 September), peta calon yang akan maju makin dinamis dan bisa mengejutkan.
Duet Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo (Yoyok) atau duet Riyoyo (Risma-Yoyok) mencuat. Partai Gerindra menyambut baik wacana tersebut.
"Nggak ada masalah. Dengan Yoyok silakan. Kita selalu luwes," ungkap Ketua DPP Desmond J Mahesa saat dihubungi, Rabu (14/9/2016).
Gerindra juga masih melihat dinamika yang muncul jelang masa-masa pendaftaran ini. Jika PDIP nantinya akan membawa Risma ke DKI Jakarta, partai pimpinan Prabowo Subianto itu juga bisa mengikuti.
"Hari ini Risma menguat juga. Siapapun bagi Gerindra asal jangan Ahok. Kalau Risma maju, kita dukung kok. Pasangan enggak juga harus dari Gerindra," tutur Desmond.
Meski telah memunculkan nama kadernya, Sandiaga Uno sebagai cagub, ternyata keputusan Gerindra masih bisa berubah. Apalagi setelah ada wacana Sandiaga dipasangkan dengan kader PKS Mardani, partai-partai Koalisi Kekeluargaan mulai cabut dukungan terhadap Sandiaga.
"Kalau tidak ada lagi partai yang mendukung Sandiaga Uno, kenapa kita tidak mencabut juga. Kan Sandiaga bukan satu-satunya yang bisa diharapkan masyarakat. Ini bicara tentang kemaslahatan masyarakat Jakarta," sebutnya
"Harapannya kan yang memberikan manfaat lebih ke masyarakat Jakarta dibandingkan Ahok. Itu kita akan dukung. Realitanya Sandi tidak didukung partai lain, artinya kami tidak bisa mengusung. Lebih baik kamu juga cabut dan bergabung dengan yang lain kan," tambah Desmond.
Untuk itu, Gerindra masih akan memperhitungkan soal pencalonan di Pilgub DKI. Segala peluang disebutnya masih terbuka hingga akhirnya masa pendaftaran di KPU usai.
"Kita tunggu aja 5-6 hari ini. Kita akan lihat kalau Gerindra dan PKS cukup atau tidak. Segala sesuatu bisa berubah. Dunia tidak akan kiamat karena Ahok, kalau kata Pak Prabowo," beber pimpinan Komisi III DPR itu.
"Kita berharap yang keluar di Pilgub DKI hanya 2 pasang. Ahok dengan siapa, dan yang lain sama siapa. Kalau banyak-banyak kita nggak bisa ngalahin Ahok," sambung Desmond.
Sebelumnya Yoyok menyambut antusias wacana akan dirinya dipasangkan dengan Risma untuk Pilgub DKI. Ia menyatakan duet Riyoyo akan sukse
"Kalau saya sih dengan Mbak Risma sih... kalau itu pasti menang. Enggak ada yang sebaik Risma di Indonesia sekarang," kata Yoyok, Rabu (14/9). (ear/dnu)
Sumber: detikcom
***
Mayor Arh. (Purn.) H. Yoyok Riyo Sudibyo (lahir di Batang, Jawa Tengah, 23 April 1972; umur 44 tahun) adalah Bupati Batang yang menjabat sejak 13 Februari 2012.
Pada saat pilkada Kabupaten Batang 2012, Yoyok awalnya maju sebagai calon independen, didukung oleh kelompok masyarakat, petani dan pegiat LSM. Pada detik-detik menjelang pendaftaran ke KPUD, partai-partai politik menyatakan dukungannya, sehingga secara resmi pasangan Yoyok-Soetadi tercatat sebagai pasangan yang didukung oleh Golkar, PAN, PPP, Partai Demokrat, dan sejumlah partai nonparlemen di Batang.
INFO INDONESIA
by Irfan Noviandana*
Jika kamu memiliki teman yang beragama syiah, hindari, jaga jarak, sebisa mungkin tidak bermuamalah dengannya kecuali dalam keadaan darurat atau anda tidak bisa menolak jual beli dengannya.
Masih ingat dengan musibah Haji di Mina tahun lalu? Musibah yang merenggut nyawa ratusan jamaah haji tersebut memberikan reaksi masyarakat dari seluruh penjuru dunia.
Yang membuat masyarakat muslim kaget adalah reaktifnya seorang penulis buku terkenal yang novelnya sering dijadikan film layar lebar oleh Haidar Bagir.
Tulisan dengan judul "Karpet Merah Perenggut Nyawa" tersebut adalah framing tuduhan sang penulis kepada iring-iringan kerajaan Arab Saudi. Dan sampai hari ini dirinya belum menarik tulisan yang didasarkan tuduhan dari kaum syiah.
Saya tidak mengajak kita semua menuduhnya sebagai syiah, tapi memang pengaruh teman karibnya membuat pemikirannya menjadi syiah minded, cara berpikir ala orang syiah kepada satu isu.
Maka, Jangan Jadikan Syiah Teman Karibmu.
___
*Sumber: fb penulis
Baca: Tanpa Jamaah Haji dari Iran, Pelaksanaan Haji Tahun Ini Tertib Tanpa Insiden
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Sekitar 1,8 juta Muslim dari seluruh dunia menjalankan ibadah haji tahun ini 1437 H/2016 dengan lancar dan tertib yang secara resmi berakhir hari ini, Kamis (15/9).
Tidak seperti tahun lalu, Ibadah haji di Makkah tahun ini tanpa jamaah haji dari negara Iran.
Iran memboikot acara haji tahun ini, antara lain karena alasan keamanan. Dalam ibadah haji tahun lalu, beberapa ratus warga Iran termasuk di antara sedikitnya 2.000 yang tewas terinjak-injak di kota Mina. Iran mengatakan hal itu disebabkan ketidakmampuan Arab dan respon yang buruk dari para pejabat kesehatan dan keselamatan.
(Link: http://ift.tt/2cqSQ7v)
Ketiadaan jamaah haji dari Iran malah membuat pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan tertib, lancar, dan tanpa insiden seperti tahun lalu.
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin yang tahun ini menjadi amirul hajj juga melaporkan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar.
"Alhamdulillah proses haji sampai hari ini termasuk lancar. Ini hari pertama jemaah haji Indonesia menuju jamarat untuk melontar Jumrah Aqabah dan sejauh yang saya lihat nampaknya ini lancar karena arusnya berjalan sebagaimana kondisi normal," demikian penjelasan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam perjalanan menuju tenda misi haji di Mina usai melakukan lontar Jumrah Aqabah, Senin (12/09) lalu.
(Link: http://ift.tt/2cyEpt1)
"Kalau tahun lalu kejadian injak injakan, itu bukan rahasia lagi itu kerjaan jamaah Iran yang tidak mau ikut aturan melempar di luar waktu yang di tentukan, dan mereka melawan arus massa.. No wonder mereka kalah jumlah sehingga terinjak injak..," tutur Mohamad Riza di akun facebooknya, Rabu (14/9).
"Meghilangnya jamaah Iran mengakibatkan ketertiban.. Mereka memang begitu, ga mau diatur, rusuh, dan kasar..," lanjut Riza.
Walaupun pemerintah Iran secara resmi memboikot haji di Makkah, namun warga Iran tetap ada yang menunaikan ibadah haji ke Makkah, tapi tidak melalui Iran, melainkan melalui negara lain. Dan mereka justru berteimakasih kepada Saudi atas pelayanan haji yang memuaskan.
Sejumlah jamaah haji Iran mengungkapkan terima kasihnya kepada Arab Saudi. Terima kasih, disampaikan atas berbagai upaya yang dilakukan demi memberikan pelayanan kepada jamaah haji.
"Menjadi lebih baik dan semakin memenuhi kenyamanan jamaah haji," kata Abdul Salam Mohammed Ali, seperti dilansir Arab News, Selasa (13/9).
Atas kelancaran dan ketertiban pelaksaaan haji tahun ini yang diikuti sekitar 1,8 juta umat Islam dari seluruh dunia, Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz mengungkapkan bahwa melayani tamu Allah adalah suatu kehormatan.
“Melayani tamu Allah adalah suatu kehormatan bagi kami,” kata Raja Salman di depan delegasi tamu kehormatan VIP dari berbagai negara, seperti dilansir World Bulletin, Selasa (13/09/2016).
[VIDEO singkat mewakili gambaran Haji 2016]
INFO INDONESIA
Melihat tindakan pemerintah yang memperjuangkan proyek reklamasi pulau G dengan menyingkirkan Rizal Ramli dari pos Menko Kemaritiman dan digantikan langsung Luhut Binsar Padjaitan seolah membenarkan statemen Ahok bahwa pemerintah saat ini tak lepas dari politik balas budi kepada Pengembang.
Ahok: Tanpa Pengembang Jokowi Tidak Bisa Jadi Presiden
"Pak Jokowi tidak akan bisa jadi presiden kalau mengandalkan APBD. Saya ngomong jujur kok. Jadi selama ini kalau bapak-bapak ibu-ibu, semua yang terbangun sekarang, rumah susun, jalan inspeksi, waduk, itu semua (bantuan) pengembang," kata Ahok.
(Link: http://ift.tt/28Shhr8)
Kesaktian para pengembang terlihat saat Menko Rizal Ramli yang tegas melawan reklamasi akhirnya disingkirkan/kena reshuffle.
Kini diganti Menko Luhut yang tanpa malu malu dan secara terang benderang, Pemerintah tampil ‘membela’ secara langsung kepentingan para pengembang di proyek reklamasi utara Jakarta.
CNN Indonesia membuat berita dengan judul "Luhut Seperti Juru Bicara Pengembang Pulau G".
Apakah ini yang dinamakan politik balas budi? Pemerintah yang seharusnya pro rakyat kini telah berubah dengan jelas menjadi pro pengembang.
Rakyat kini menjadi korban, hanya dibutuhkan suaranya saat PILPRES.
Habis manis sepah dibuang.
INFO INDONESIA
Dalam acara Talkshow di KOMPAS TV yang dipandu Aiman tentang PILKADA DKI, pembawa acara dan pakar hukum tata negara Refly Harun speechless tak bisa berkata apa-apa lagi saat mendengar jawaban dari calon gubernur Sandiaga Uno yang hadir sebagai narasumber.
[Dialog - video ada di bawah]
Aiman (Pembawa acara): Kalau kita bicara konstetasi pilkada pasti ada yang kalah ada yang menang, Ada yang menjabat ada yang tidak. Anda sudah keluar duit banyak, anda sudah keluar uang banyak, Anda tidak merasa rugi dengan itu? Bisnis anda anda tinggalkan!
Sandiaga Uno: Saya menjalankan ini dengan Tuntas dan Ikhlas. Apa yang saya berikan ini.. Allah sudah berikan begitu banyak rezeki buat saya. Indonesia sudah begitu baik, Jakarta sudah sangat baik kepada saya dan memberikan kesempatan kepada saya untuk membangun usaha dari NOL. Dari tiga karyawan menjadi 50ribu karyawan. Ini saatnya saya berbagi.
Apakah saya melakukan ini dengan PAMRIH? 100 % saya lakukan semua ini ikhlas. Seandainya saya tidak terpilih. Ya ini adalah bentuk dari pada komitmen saya melakukan demokrasi secara sejuk. Demokrasi yang mencoba menyatupadukan kekuatan yang ada di Jakarta daripada memecah belah.
Aiman (Pembawa Acara): Luar biasa, bung Refly bagaimana (komentarnya)?
Refly Harun (Pakar Tatanegara): Mau komentar apalagi. Speechless! (tak bisa berkata apa-apa lagi)
[Video]
INFO INDONESIA
Terima kasih Pak Luhut
Pak Luhut yang saya hormati terima kasih, inisiatif anda telah membuka kesadaran kami bahwa presiden yang kami pilih telah kalah dalam waktu yang lebih cepat dari yang kami perkirakan untuk membela kepentingan republik namun tegak berdiri dibawah bendera penjarahan bisnis-politik atas bumi air dan kekayaan alam kami.
Dari langkah anda kami juga wajib berterima kasih kepada Gubernur DKI Ahok, karena sikap yang ia jalankan untuk membuldozer kepentingan dan hajat hidup kaum nelayan dan hak-hak hidup kaum miskin kita mengingatkan dia bahwa dia adalah manusia dan politisi biasa bukan manusia super (seperti yang didengung-dengungkan para pembelanya sekarang untuk mentoleransi malpraktik kekuasaan). Manusia politisi biasa yang mengingatkan kita bukan saja pada politisi sipil tapi pejabat berseragam jenderal zaman Orde Baru yang menjadikan rakyat bukan sebagai tujuan pembangunan, tapi justru alat bahkan tumbal pembangunan.
Terima kasih Pak Luhut bahwa langkah anda menyadarkan kami semua bahwa bukan Nawa Cita dan Trisakti yang menjadi melodi yang indah tahun 2014 yang saat ini menjadi partitur orkestra yang dimainkan oleh pemerintah sekarang. Namun seperti zaman yang sudah-sudah... modal, modal, modal dan kerja, kerja, kerja untuk menjadikan rakyat sebagai kuli yang tengah dimainkan oleh komposer Presiden Jokowi.
Satu lagi Pak Luhut saya mau tanya apakah sebenarnya kepanjangan NKRI. Saya dengar khabarnya sudah diganti menjadi Negara Komoditas Republik Indonesia. Atau memang selama ini makna Kesatuan yang selalu dijunjung itu maksudnya adalah Komoditas?
Eh maaf Pak Jenderal sebenarnya komposernya siapa sih Pak Jokowi atau anda? Maaf pak cuman nanya.
Namun sekali lagi Terima kasih Pak Luhut, Terima kasih banyak!
(Airlangga Pribadi)
INFO INDONESIA
JAKARTA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Arya Ardiansyah mengaku pihaknya mendapat intervensi atau tekanan saat melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator (Menko) Maritim, Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (13/9/2016) dalam pembahasan reklamasi pantai utara teluk Jakarta.
Dalam audiensi itu, BEM UI menyatakan penolakan keputusan Menko Maritim untuk tetap melanjutkan proyek ambisius ini, dengan pertimbangan proyek reklamasi menabrak putusan hukum oleh PTUN yang menyatakan pembangunan Pulau G sebagai bagian dari proyek reklamasi Teluk Jakarta harus dihentikan.
Selain itu, dengan melanjutkan reklamasi maka pemerintah telah menutup mata dengan proses moratorium yang sedang dilakukan. Pengabaian terhadap keputusan PTUN terhadap proses moratorium ini sama saja dengan melecehkan dan melanggar hukum.
"Proyek reklamasi hanya akan mematikan pendapatan dan nasib nelayan pesisir pantai utara Jakarta. Kebijakan satu arah ini jelas tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan untuk kehidupan nelayan," kata Arya dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Rabu (14/9/2016).
BEM UI kesal karena pihaknya dipaksa untuk menghapus rekaman video yang diambil pada saat audiensi tersebut.
"Kami sangat kecewa video sebagai dokumentasi yang kami ambil dipaksa untuk dihapus, padahal dengan video itu kami akan membandingkan penjelasan dari mereka dengan realita di lapangan. Kenapa pemerintah tidak bersedia transparan?" tanya Arya merasa kecewa.
"Kalau memang pemerintah benar argumennya serta kuat landasannya untuk melanjutkan proyek pembangunan reklamasi, mengapa harus tertutup dan tidak bersedia transparan ke publik," lanjutnya.
Arya menuturkan, reklamasi Teluk Jakarta hanya akan mengakibatkan kerusakan lingkungan, terutama ekosistem laut Teluk Jakarta. Pemerintah abai dan tidak terbuka dengan analisa dampak lingkungan dari proyek reklamasi.
Sumber: Sindonews, Mahasiswanews
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Pemerintah DKI Jakarta belakangan ini semakin rajin menghela barisan ekskavator dari bantaran sungai, kali, danau, dan waduk ke pesisir.
Bak sekali tepuk dapat dua lalat, pemerintah Ahok kali ini mengusung proyek penguatan tanggul rob sekaligus penataan ulang Kota Tua.
Terus bekerjanya lengan-lengan besi ekskavator dan alat berat lainnya juga menandakan bahwa penggusuran terhadap sebagian warga ibukota akan terus berlangsung.
Intensitasnya bahkan dicatat LBH Jakarta, meninggi. Lembaga ini mengatakan bahwa tangan besi Ahok telah memindahkan sedikitnya 8.145 keluarga sepanjang 2015. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan saat Fauzi Bowo jadi Gubernur DKI 2007-2012. Fauzi menggusur rata-rata 3200 keluarga setiap tahun.
Berikut ini data pembebasan lahan dan penggusuran warga di Jakarta yang dikumpulkan dari catatan LBH Jakarta maupun sumber lainnya.
1. Penggusuran berdasarkan kota administrasi
- Jakarta Utara 31 kasus
- Jakarta Timur 31 kasus
- Jakarta Pusat 23 kasus
- Jakarta Barat 14 kasus
- Jakarta Selatan 14 kasus
2. Tujuan penggusuran
- Pembuatan waduk 10 kasus
- Normalisasi sungai 37 kasus
- Taman Kota 4 kasus
- Properti swasta/BUMN 3 kasus
- Pembangunan RTH 4 kasus
- Penertiban umum 43 kasus
- Proyek Polri 1 kasus
- Proyek MRT 1 kasus
- Pemulihan aset Pemda 2 kasus
- Proyek normalisasi badan perairan Bank Dunia
- Fasilitas umum lainnya 9 kasus
3. Klaim warga korban
- Penggusuran melalui musyawarah: 16%
- Penggusuran dputuskan sepihak: 84%
4. Alokasi anggaran pembebasan lahan di APBD 2015: 6 Triliun, MENINGKAT dari anggaran tahun 2014 sebesar 5,7 Triliun
5. Metode penggusuran (dari 113 kasus)
- Sukarela 8 kasus
- Alat berat 54 kasus
- Melibatkan tentara 65 kasus
- Melibatkan polisi 67 kasus
- Melibatkan petugas BUMN atau perusahaan swasta 15
- Melibatkan satpol PP 108
(Catatan: Bisa saja dalam satu kasus digunakan beberapa metode secara bersamaan.)
6. Dana penggusuran
- APBN 11
- APBD 96
7. Penggusuran di Jakarta pada 2015
- Lokasi 113
- Keluarga terkena dampak 8.145
- Unit usaha terkena dampak 2.683
8. Rusun untuk relokasi
- Wilayah 1 (Penjaringan dan Cilincing, Jakut)
total 54 blok, 5.474 unit
- Wilayah 2 (Tambora, Cengkareng, Jakbar; Sawah Besar dan Cempaka Putih Jakarta Pusat)
Total 18 blok, 1660 unit)
- Wilayah 3 (Jatinegara, Duren Sawit, Cakung, Jakarta Timur)
Total 47 blok, 3.178 unit)
(Catatan: Telah dilakukan groundbreaking 2015 15 lokasi, 24 tower, 16.250 unit
9. Tawaran solusi
- Relokasi 32 kasus
- Ganti rugi 9 kasus
- TIDAK ADA SOLUSI 72 kasus
(Catatan: Kelayakan solusi bagi warga terkena dampak hanya 18 dari 32 kasus relokasi warga dipindahkan ke tempat layak , baik rusun maun pasar. Sisanya tidak layak. Dari 9 kasus, 5 kasus ganti ruginya layak, 4 kasus nilai ganti ruginya tidak layak.)
Data diolah oleh:
Naskah: Indri Maulidar, Evan (PDAT)
Foto: Tempo-Subekti, Aditia Noviansyah
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Akhirnya Dahnil Anzar, Ketum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, angkat suara perihal reklamasi pulau G yang belakangan ini menjadi viral di media sosial.
Melalui page facebook miliknya, Dahnil Anzar Simanjuntak, ia menuliskan pernyataan sikap atas keputusan pemerintah yang baru diposting pagi ini, 14 September 2016.
Yth,
Sahabat berikut Pernyataan Sikap Saya atas keputusan Pemerintah melanjutkan Reklamasi Pulau G.
Keputusan Pemerintah melanjutkan pembangunan Reklamasi Pulau G menunjukkan watak kekuasaan yang merawat nalar rente yang mencampakkan nilai kemanusiaan, keadaban dan hukum.
Pembangunan Ekonomi sekedar dimaknai tentang memperoleh uang dan melindungi investor Besar, mencampakkan Mereka yang miskin dan tidak berdaya.
Keputusan melanjutkan reklamasi telah mengabaikan keputusan PTUN yang memerintahkan untuk menghentikan reklamasi tersebut, yang sebelumnya juga telah dibatalkan Mantan Menko Maritim Rizal Ramli, terang Pemerintah melawan keputusan hukum, dan bagaimana mungkin rakyat bisa berharap dengan Pemerintah yang dengan terang benderang melawan hukum demi kepentingan pemilik modal.
Presiden Joko Widodo harus menghentikan watak rente seperti ini, yang mengabaikan kemanusian, keadaban dan hukum. Bila tidak rakyat pasti akan sangat marah.
Salam
Dahnil Anzar Simanjuntak
Ketua Umum Pimpinan Pusat
Pemuda Muhammadiyah
Sumber: Page Fb Dahnil Anzar Simanjuntak
Editor: Tim Portal Piyungan
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Ahok menegaskan tak bakal mengalokasikan dana hibah untuk organisasi kemasyarakatan Bamus Betawi. Kecuali bila gubernur DKI berganti orang selepas Pilgub DKI 2017, maka kemungkinannya akan terbuka lagi.
“Kalau saya masih jadi gubernur, ya enggak gue kasih. Gitu aja,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 13 September 2016.
Bagi Ahok, masyarakat Betawi juga masih bisa menunjukkan keluhuran budayanya tanpa anggaran untuk Bamus Betawi.
“Orang Betawi masih bisa menikmati di Setu Babakan kok,” ujar Ahok.
Sekda menyatakan, kepastian mengucur-tidaknya dana hibah tak hanya berdasar sikap Gubernur, namun juga sikap DPRD. Namun Ahok berpandangan pengusulan anggaran adalah kewenangan eksekutif yang dia pimpin, bukan kewenangan DPRD.
“DPRD itu cuma hak legislasi, pengawasan, sama anggaran. Yang mengajukan anggaran siapa? Kami. Kecuali waktu kasus siluman APBD, dia ngarang sendiri di luar kami. Santai saja kita mah,” tutur Ahok.
Persoalan rencana dana hibah untuk Bamus Betawi yang hendak distop Ahok ini bermula saat Ahok menilai ada politik berbau rasisme di ormas itu. Meski begitu, Bamus Betawi sudah menjelaskan pihaknya tak bermaksud berbuat politik bertendensi Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA).
Menanggapi berita tersebut, netizen bereaksi keras.
"Itu bukan uangmu, Hok!" tulis akun twitter @SurYosodipuro.
"Congornya nggak pernah sekolah, ye?' tulis akun @KakaLebah.
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tampak dikawal puluhan polisi bersenjata yang menggunakan sepeda motor seusai menghadiri peresmian Pasar Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 13 September 2016.
Tampak dua personel kepolisian berboncengan dalam satu sepeda motor mengawal kepulangan Ahok dari acara tersebut.
Personel yang dibonceng itu terlihat menenteng senjata laras panjang. Personel kepolisian terlihat mengawal Ahok di sepanjang jalan, mulai dari Pasar Kebon Bawang sampai akan masuk Tol Wiyoto Wiyono, tepatnya di pintu Tol Kebon Bawang.
Selama acara peresmian, tampak pula puluhan polisi yang berjaga dengan menggunakan tameng dan pentungan.
Ini bukan untuk pertama kalinya Ahok mendapat pengawalan ketat.
Ahok juga pernah mendapat pengawalan ketat saat menghadiri acara peresmian Pasar Kampung Duri, Tambora, Jakarta Barat, Jumat 9 September 2016.
Hal yang sama juga terjadi saat Ahok meresmikan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Rusunawa Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur.
Semakin ketatnya pengawalan terhadap Ahok ini menjadi bulan-bulanan netizen.
Mereka membandingkan Ahok dengan Ridwan Kamil, Walikota Bandung yang bebas bersepeda keliling kota tanpa pengawalan pasukan bersenjata.
Begitu pula Yusril Ihza Mahendra yang bisa makan soto di pinggir jalan tanpa pengawalan dari siapapun.
Saat dikonfirmasi soal penambahan jumlah personel pengawal dirinya, Ahok berkelit dan mengatakan tidak tahu.
"Mungkin mereka enggak mau ambil risiko ya," ujar dia.
Menurut Ahok, penambahan pengamanan terhadap dirinya itu tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Ahok mengatakan, ia perlu dikawal karena adanya ancaman terhadap keselamatan dirinya.
"Setiap hari kan kami mesti diancam, ya santai saja. Intelijen yang lebih tahu," ujar Ahok.
Pernyataan bahwa Ahok mendapat ancaman justru semakin menegaskan, Ahok bukanlah pemimpin yang dicintai rakyatnya. Hanya segelintir relawan dan para pendukung ganas di media sosial yang selama ini memuja Ahok.
Pengawalan dengan jumlah personel yang 'lebay' bukan sebuah bukti bahwa Ahok didzalimi warganya. Itu adalah bukti Ahok gagal mensejahterakan warga dari semua lapisan dan golongan di Jakarta.
Jumlah personel pengawal yang berlebihan sangat berbanding terbalik dengan tantangan duel yang selalu keluar dari mulut Ahok. Bagaimana mau duel satu lawan satu kalau Ahok selalu bersembunyi di balik moncong senjata para pengawalnya?
Jumlah pengawal ini membuktikan Ahok bukanlah preman pemberani. Ahok adalah sosok sok jagoan yang menggunakan kekuatan senjata untuk menindas rakyat.
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] JAKARTA - Wacana duet Sandiaga Uno dan Mardani Ali Sera menuai perpecahan di internal koalisi kekeluargaan. PKB dan PPP bahkan ancam menarik dukungan dari Sandiaga Uno jika Gerindra akhirnya memilih kader PKS Mardani untuk jadi wakilnya di Pilgub DKI 2017.
Mardani sendiri telihat santai menanggapi penolakan PPP dan PKB terhadap dirinya. Dia mengatakan, pendapat kontra partai di koalisi kekeluargaan merupakan sesuatu yang perlu disampaikan untuk kemudian dicari titik temunya.
"Sebetulnya nanti kita melihat siapa yang bicara dan wewenangnya apa. Karena DKI ini domainnya bukan cuma domain DPW, bukan cuma provinsi. Sampai minta maaf, PDIP saja nggak mutusin provinsinya, tapi ini memang pimpinan-pimpinan pusatnya, sehingga suara-suara itu malah bagus. Menunjukkan kami harus segera bekerja keras, terus berkomunikasi," ujar Mardani saat ditemui di DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (14/9).
Menurut dia, Sandiaga Uno sendiri setuju dengan penunjukkan dirinya oleh PKS menjadi wakil gubernur. Hanya tinggal sekarang menunggu keputusan dari DPP partai.
"Pak Sandi mengatakan demikian, silakan. Tapi kan DPP Gerindra-nya sudah buat keputusan. Saya, DPP PKS sudah buat keputusan. Buat saya, it's simple things. Sederhana aja," ujar Mardani, menanggapi hal tersebut.
Selain itu, Mardani juga mengaku tidak mengambil pusing tentang para bakal calon wakil gubernur lain yang dikabarkan masih memiliki kesempatan untuk diusung mendampingi Sandiaga Uno. Dia justru menyambut baik bagi mereka yang akan bersaing dengannya.
"Tinggal kita lihat di belakangnya, siapa. Saya tuh menjadi sangat mudah, karena di belakang saya ada Partai Keadilan Sejahtera," ujarnya dengan penekanan.
Dengan demikian, Mardani pun menyatakan, kesiapannya untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi Sandiaga Uno di Pilkada DKI.
"Karena Pak Sandi juga mengatakan beliau itu tergantung pimpinan partai. Sama seperti saya. Minat? Tidak minat. Tapi kalau siap? Siap. Kenapa? Karena ini membawa martabat dan marwah partai. Harus berjuang," katanya, seperti dilansir merdeka.com.
INFO INDONESIA
Mengukur AHOK Effect Vs JOKOWI Effect pada PILGUB DKI 2017
By: Tengku Zulkifli Usman*
(1) 2 bulan lalu saya pernah nulis, Jika PDIP usung calon sendiri dalam pilkada DKI, maka yang punya peluang adalah Sandiaga Uno.
(2) Waktu itu Sandiaga belum punya wakil, dan kemungkinan Yusril maju sangat kecil, perkembangan terbaru menunjukkan hal berbeda, maka analisanya juga akan beda.
(3) Yang berlaku adalah pasangan yang resmi di daftarkan ke KPU, sebelum itu semua maka semua bisa terjadi, kondisi sangat dinamis.
(4) Jika PDIP berani tampil sendiri dengan mengusung Buwas-Djarot atau siapapun itu, maka peta bisa berubah, besar kemungkinan koalisi PD, PPP, PKB, PAN akan merapat ke PDIP.
(5) Kalau Gerindra-PKS tetap final dengan Sandi-Mardani, besar kemungkinan Gerindra-PKS tidak akan bisa menarik gerbong lain merapat, jadi Gerindra-PKS harus pakai strategi "bakar kapal" gak ada pilihan lain kecuali all out, menang atau kalah.
(6) Sebelum pendaftaran, semua bisa berubah, termasuk komposisi Sandi-Mardani, pengalaman 2012, Bang Sani sudah cetak spanduk, yang maju Hidayat-Didik, saya kenal PKS, selalu menang secara rasional dan kalah terhormat.
(7) Mari kita ukur Ahok Effect secara kasat mata, karena Jokowi effect di 2012 berhasil kalahkan PKS dan semua partai lain.
(8) Apakah Ahok Effect juga kuat di 2017? Jika PDIP gabung ke ahok, maka Ahok effect sangat besar.
(9) Jika PDIP dukung Ahok, ahok effect sangat jelas, membuat dua raksasa bertekuk lutut (Golkar-PDIP) dan secara psikologi bikin gentar semua partai lain.
(10) Namun jika PDIP maju sendiri, atau koalisi dengan partai lain seperti PD, PAN, PPP, PKB maka Ahok Effect sudah tamat, tamat di jakarta, tamat juga di istana.
(11) Istana akan berubah sikap dalam pilkada DKI jika PDIP batal dukung ahok, jokowi akan jinak, intelijen akan lemah, Budi Gunawan akan bermain mata dengan mega, untuk menangkan pasangan pilihan teuku umar.
(12) PDIP maju sendirian itu kemungkinannya kecil, mengingat PDIP bisa mempengaruhi siapapun saat ini untuk bergabung. Di titik ini, besar kemungkinan peserta pilgub DKI hanya 3 saja, PDIP dan Koalisinya, Golkar dan Koalisinya, Gerindra dan koalisinya, ini pertarungan sangat ideal, 3 kekuatan besar di DKI bersama gerbongnya masing masing.
(13) Koalisi PDIP plusnya ada pada kekuatan uang dan intervensi istana, koalisi Golkar plusnya ada di kekuatan uang dan media, sedangkan koalisi Gerindra, plusnya ada pada kekuatan uang, tokoh dan kekuatan mesin partai (note: kekuatan tokoh: jika komposisi Sandi-Mardani di rombak di last minutes).
(14) Kemana jokowi berlabuh dari ketiga blok ini? Jokowi akan berdiri 2 kaki, kaki kanan bersama Ahok dan Kaki kiri bersama PDIP.
(15) Jika PDIP tidak usung ahok, maka jokowi akan salah tingkah, under pressure, jokowi effect dalam pilkada DKI bisa dikatakan tidak ada pengaruh lagi, namun jokowi juga tidak bisa meninggalkan ahok sendirian, karena utang budi dan data korupsi, jokowi akan nurut full ke teuku umar dan lempar senyum ke kubu ahok Golkar, biar aman.
(16) Peluang Gerindra-PKS tetap kuat jika peta nya berubah dan PDIP benar benar usung calon sendiri dengan koalisi mayoritas partai islam, syaratnya rombak Sandi-Mardani, seperti langkah PKS pada pilkada 2012, bang mardani yang kampanye awal, finalnya calon lain, dulu bang sani kampanye awal, pak hidayat pemain akhir.
(17) Apa perlunya merombak Sandi-Mardani? Agar "suud dhon" partai lain terhadap PKS bisa ditekan, agar PKS tidak dituduh ngotot mau kursi DKI 2, maklum, partai lain khususnya partai islam Ahli suud dhon kepada sesama muslim.
(18) Kita setuju, sekarang bukan saatnya bicara kursi dan tahta, semua harus berpikir bagaimana ahok tumbang, bagaimana PDIP tumbang. Mau DKI hebat, singkirkan Golkar dan PDIP dari balai kota, gak ada gunanya salah satunya menang, sejatinya mereka sama sama menang, teliti lah kembali karakter 2 partai ini.
(19) Satu satunya cara membuat ahok effect dan jokowi effect bisa diredam, dengan cara munculkan tokoh kuat dari Gerindra PKS yang dikenal luas dan diterima mayoritas kalangan baik kalangan elit maupun rakyat, Sandi-Mardani belum mewakili semua kriteria ini.
(20) Kekuatan akar rumput PKS dan Gerindra di Jakarta sedang melemah, apalagi pasca Muhammad Sanusi kena kasus Reklamasi, maka baiknya Gerindra PKS menambah beberapa strategi lain untuk menguatkan basis suara, jangan lupa, tokoh baru itu harus mampu menjadi "People Magnet" secara emosi dan "otak kanan" nya warga DKI, inshaAllah peta jalan akan berubah total, yang sudah sah bisa jadi batal, yang sudah duluan senang akan segera tumbang.
Wallahu alam.
*sumber: fb
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Mohammad Nasih mengapresiasi munculnya poros baru menghadapi pilkada DKI Jakarta 2017 yang mengusung calon gubernur Yusril Ihza Mahendra. Menurut Nasih, Yusril dan poros baru yang digagas oleh Partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN tersebut akan menjadi alternatif dalam peta pencalonan gubernur DKI Jakarta.
“Saya yakin kalau partai-partai dalam poros baru itu solid, pak Yusril berpotensi bisa mengalahkan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama,” ujar Nasih di Jakarta, Selasa (13/9), dikutip Republika.co.id.
Menurut Nasih, Yusril merupakan kandidat yang memiliki elektabilitas tertinggi di bawah Ahok. Sementara itu, Ahok yang merupakan calon petahana trend-nya terus menurun.
“Makin hari trend elektabilitas Ahok terus menurun. Dan itu sangat berbahaya bagi seorang petahana,” papar Nasih.
Menurunnya tren elektabilitas Ahok, tambah Nasih, karena publik makin mengetahui sisi negatif Ahok yang tidak cocok menjadi peimpin ibukota.
Nasih yang merupakan sekretaris Dewan Pakar Ikatan Cendekiawn Muslim se-Indonesia (ICMI) ini menilai Yusril punya banyak kelebihan dibanding kandidat lain. Kelebihan-kelebihan itu, di antaranya: lama tinggal di Jakarta sejak ia menjadi mahasiswa dan aktivis, punya visi yang jelas mengenai pembangunan dan pemerintahan, serta sebagai pakar hukum tata Negara yang tahu persis tentang hubungan Jakarta dengan pemerintahan pusat.
Hari ini, Kamis (14/9), Yusril mendatangi kantor pusat PBNU ormas Islam terbesar untuk memperkuat dukungan. Dikabarkan Yusril akan menggandeng Saefullah Ketua PWNU DKI Jakarta yang juga Sekda DKI sebagai calon wakil gubernur.
[Berikut videonya]
Cebong yg kmrn mw terjun dri monas siap2 ya..tgl 21 😄ummat smkin kompak rapatkan barisan dukung #BangYusrilMerakyat http://pic.twitter.com/XFnkDTSQvu— Ajeng#JempolRakyat (@AjengCute16) 14 September 2016
Selasa, 13 September 2016
INFO INDONESIA
| picture: courtesy of GETTY IMAGE, Text by: Portalpiyungan.com |
[portalpiyungan.com] Busana Muslim seorang perempuan asal Skotlandia, Inggris dibakar di kawasan Fifth Avenue, New York City.
Turis perempuan yang tinggal di sebuah hotel Manhattan tersebut sedang kembali dari jalan-jalan ketika dia merasakan panas di lengannya, kata aparat polisi New York kepada BBC.
Dia berbalik dan melihat bagian lengan busananya terbakar sementara seorang pria sedang memegang pemantik api rokok. Wanita itu berhasil mematikan api dengan tangannya dan tidak mengalami cedera.
Serangan tersebut dianggap sebagai bentuk kejahatan kebencian.
"Bagian jilbab wanita itu berlubang sekitar 25 mm," kata polisi.
Mereka memiliki rekaman video seorang pria yang diduga sebagai pelaku kejahatan dan meminta warga yang menyaksikan kejadian itu untuk memberikan keterangan.
Berita ini muncul ketika Dewan Hubungan Amerika-Islam, CAIR, mendesak wali kota New York untuk menambah sumber daya dalam unit penyelidikan kejahatan kebencian.
"Kita jelas menyaksikan peningkatan sejumlah serangan terhadap warga perseorangan Muslim dan lembaga beraliran Islam di New York dan di penjuru negeri, yang seharusnya dikhawatirkan seluruh warga Amerika," kata Direktur Eksekutif CAIR-NY, Afaf Nasher.
Cair juga mengumumkan akan memberikan bonus sebesar US $ 1000 bagi orang yang mampu memberikan informasi agar pelaku bisa ditangkap, seperti halnya kejahatan-kejahatan lain lepada kaum muslim di seluruh Amerika.
Sumber: http://ift.tt/2cD6pR9
INFO INDONESIA
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tampak dikawal puluhan polisi bersenjata yang menggunakan sepeda motor saat meninggalkan Pasar Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (13/9/2016), seusai meresmikan pasar tersebut.
Tampak dua personel kepolisian berboncengan dalam satu motor. Personel yang dibonceng terlihat menenteng senjata laras panjang.
Personel kepolisian terlihat mengawal Ahok di sepanjang jalan, mulai dari Pasar Kebon Bawang, sampai akan masuk Tol Wiyoto Wiyono, tepatnya di pintu Tol Kebon Bawang.
Ahok berada di Pasar Kebon Bawang untuk meresmikan pasar yang baru selesai direhabilitasi itu.
Selama acara peresmian, tampak pula puluhan polisi yang berjaga dengan menggunakan tameng dan pentungan.
Link: http://ift.tt/2cmdlxE
***
PADAHAL DULU KOAR-KOAR NYA: WALIKOTA GUBERNUR MENTERI TAK PERLU DIKAWAL
Sekarang Ahok dikawal puluhan POLISI BERSENJATA.
Apa karena Ahok takut diusir dan dilempari batu warga DKI yang muak dengan kelakuan dan kedzoliman gubernur tukang gusur???
Tercatat sudah 6-7 kali warga DKI tolak kedatangan Ahok. Bahkan pernah Ahok terpaksa kabur lewat kebon setelah dihadang warga Penjaringan Jakarta Utara.
Makanya, SAAT BERKUASA JANGAN JUMAWA.
[video]
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] ANKARA - Turki akan terus mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan kepada pemimpin Hamas Khaled Mashal pada hari Selasa (13/9).
Dalam pembicaraan via telepon dengan Ketua Biro Politik HAMAS ini, Yildirim mengatakan Turki akan selalu berdiri dengan rakyat Palestina.
Sejak tahun 2007, Jalur Gaza telah mengalami blokade bersama oleh Israel dan Mesir yang telah merampas kebutuhan dasar sekitar 1,9 juta penduduk Gaza, terutama makanan, bahan bakar, obat-obatan dan bahan konstruksi.
Masuknya bantuan dari Turki ke Gaza belum lama ini terjadi setelah kesepakatan yang ditandatangani baru-baru ini antara Turki dan Israel di mana dua negara sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik setelah absen enam tahun.
Bantuan kemanusiaan gelombang kedua dari pemerintah dan 14 LSM Turki dibawah koordinasi Unit Perdana Menteri Bagian Bencana dan Manajemen Darurat (AFAD), telah mencapai Gaza sebelum Idul Qurban kemarin.
Sebelumnya Turki juga telah mengirim bantuan kemanusiaan pada Idul Fitri yang lalu.
PM Turki Binali Yildirim menegaskan bantuan Turki akan terus diberikan dan Turki akan selalu berdiri dengan rakyat Palestina.
Sumber: Daily Sabah
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Jakarta: PDIP dipastikan akan mengusung `orang dalam` di Pilkada DKI.
“Bagaimana keputusan partai? Masih digodok terus karena posisi PDIP itu satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri. Kita pastikan bahwa PDIP akan mengusung calon sendiri,” kata Ketua DPP PDIP Bidang Keangotaan dan Organisasi, Djarot Saiful Hidayat, di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016).
Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan, PDIP terbuka bagi partai mana pun untuk bergabung. “Kalau partai lain ingin mendukung silakan, sama-sama saja. Kami terbuka sama partai mana pun,” katanya.
Djarot menuturkan, parpol lain harus memiliki tujuan yang sama bila ingin maju bersama PDIP. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu akan memberikan yang terbaik bagi kelangsungan kesejahteraan DKI Jakarta.
“Kami hanya pikirkan pembangunan kota dan kesejahteraan warga Jakarta. Karena memilih pasangan calon bukan orang per orang, tetapi menyatukan dua orang menjadi satu. Sehingga butuh prinsip sejalan, serasi, dan seirama,” ujarnya.
Mantan Wali Kota Blitar itu mengatakan, PDIP tak ingin pasangan calon yang diusung tidak memiliki hubungan baik dalam enam bulan atau lima tahun kedepan. Hal itu banyak terjadi di daerah-daerah, hubungan gubernur dan wakil gubernur terpecah karena terjadi perbedaan pendapat.
“Jangan sampai terjadi seperti di banyak daerah, ketika Pilgub maju sejalan. Tetapi ketika sudah enam bulan atau satu tahun, pisah jalan, berkelahi. Tidak boleh,” kata Djarot.
Mengenai adanya spekulasi nama pasangan calon, Djarot masih enggan mengumumkannya. Menurutnya, hal itu menjadi wewenang Megawati. “Tentang nama-nama itu kita tunggu saja. Sabar,” ujarnya, seperti dilansir MetroTVNews.
Kabar yang berhembus PDIP akan usung pasangan Budi Waseso dan Djarot Saiful Hidayat.
Komjen Budi Waseso saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Jenderal polisi bintang tiga ini masuk radar PDIP sejak Juli lalu.
Dengan demikian Pilgub DKI 2017 kemungkinan akan ada 4 pasang calon:
1. Ahok - Heru (Golkar, Hanura, Nasdem)
2. Sandiaga Uno - Mardani Ali Sera (Gerindra, PKS)
3. Yusril Ihza Mahendra - Saefullah (PD, PKB, PPP, PAN)
4. Budi Waseso - Djarot Saiful Hidayat (PDIP)
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] JAKARTA - Bobby Febri Krisdianto mengunggah video Tolak Ahok dengan mengenakan jaket almamater UI. Pihak UI langsung memberi klarifikasi, bahwa video itu bukan sikap resmi UI.
Reaksi Ahok lebih emosional, dia menyuruh mahasiswa yang mendemonya pindah ke Arab saja, dan juga meminta rektor UI segera memecatnya.
Kini, BEM UI menggelar demo menolak reklamasi, Selasa (13/9), juga sambil mengenakan jaket kuning kebesaran UI.
Kira-kira, apakah rektor UI akan membuat klarifikasi bahwa itu bukan sikap resmi UI, dan meminta mahasiswa yang berdemo meminta maaf di atas kertas bermaterai?
Lalu bagaimana pula sikap gubernur arogan itu? Apa juga akan meminta rektor UI memecat mahasiswa yang mendemo kebijakannya? Dan koar-koar suruh pindah ke Arab?
INFO INDONESIA
Silahkan segera merevisi UUD 1945, terutama Pasal 33 ayat 3. Nggak ada gunanya lagi kalimat: “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Toh, bumi, air dan kekayaan alam negeri ini cuma jadi rebutan kelompok elit saja.
Lihat saja, proyek reklamasi, siapa yang menikmati? Pengembang raksasa! Mereka menggerakkan uang trilyunan rupiah, menggarap proyek bernilai puluhan hingga ratusan trilyun rupiah, dan pemerintah cuma dikasih rusun, dikasih taman, dikasih CSR yang hanya upil, mereka sudah tertawa bahagia. Rencana pemerintah melanjutkan reklamasi laut Jakarta jelas sekali tidak berpihak pada keadilan sosial. Proyek ini hanya menguntungkan orang2 super kaya, mereka bikin pulau sendiri, catat baik2, satu rumah di sana, yang paling kecil sekalipun, harganya tidak akan kurang dari 3-4 milyar. Berapa gaji kalian sekarang? 10 juta/bulan? Kalian butuh 300 bulan menabung, alias 25 tahun! Itupun persis di tahun ke-25, harga rumahnya sudah jadi 30-40 milyar, uang kalian tidak lagi berharga, harga tanah naik lebih cepat dibanding bunga bank. Kalau daun pintunya sih bisa lah beli.
Mereka selalu bilang soal Jakarta tenggelam, berisik soal tanggul penahan air laut. Kenyataannya adalah, mereka sebenarnya melindungi kelompok tertentu, terutama perumahan2 super elit, super mewah yang berada di lokasi pantai utara Jakarta. Mereka sedang melindungi kepentingan tertentu saja.
Menteri terkait nampaknya PD sekali proyek reklamasi ini bisa dilanjutkan, dia sudah bicara di media2, yakin sekali. Lagaknya itu luar biasa. Seolah tidak ada lagi masalah dengan reklamasi. Seolah sudah bersih, clear, padahal tidak ada kemajuan berarti dari penjelasan soal reklamasi ini dari dampak lingkungannya, bahkan itu pasir untuk menimbun dari mana, kalian gelagapan jawabnya. Silahkan, Tuan, Nyonya, silahkan dilanjutkan. Kalian mau merevisi UUD 1945 juga silahkan. Tapi ketahuilah, rakyat Indonesia itu tidak bodoh2 amat, negeri ini bukan Singapore yang semua orang bisa disuruh diam jika keberatan dengan pemerintah, di sini ada 250 juta orang, dan mereka bisa bicara apa saja. Di sini, 250 juta orang, sangat cair dan fleksibel.
Akan tiba masanya, saat generasi baru, yang benar2 paham tentang “keadilan sosial” akan memimpin negeri ini. Jabatan, kekuasaan itu tidak langgeng, maksimal 10 tahun, kalian akan digantikan. Saat penggantinya tiba, dan kali itu mereka adalah yang punya pemahaman terbaik tentang keadilan sosial, kita saksikan akan seperti apa proyek reklamasi ini. Terutama kalian Tuan, Nyonya yang sudah investasi, membeli milyaran properti di sana, tanggung resikonya saat arah angin berubah. Dan kalian yg berkuasa sekarang, syukur2 masih diingat loh.
Dulu, di jaman orde baru, saya menyaksikan sendiri betapa muak melihat kelompok elit mengangkangi berbagai aspek bisnis, dia kuasai semua hanya karena bagian keluarga penguasa tak terkalahkan--tidak ada yang berani melawan. Tahun berganti tahun, rezim ini tumbang, hancur lebur semua bisnisnya. 30 tahun lebih, hangus tak bersisa hanya dalam hitungan hari. Apalagi kalau cuma 10 tahun berkuasa, segala sesuatu bisa dengan cepat berubah.
Tuan, Nyonya, silahkan beli itu properti di area reklamasi, berharap sajalah investasi kalian akan untung, awet dan aman. Catat baik2, penolakan reklamasi tidak akan pernah berhenti, ribuan orang akan terus bersuara, pertarungan di pengadilan akan semakin serius, kalian memang bisa memenangkan hati penguasa sekarang, juga bisa berinvestasi di calon2 penguasa berikutnya lewat dana kampanye, dll, tapi besok lusa, kita tidak pernah tahu. Saya yakin sekali, akan tiba generasi yang benar2 paham tentang “keadilan sosial”, dan mereka tidak bisa dibeli dengan uang segunung.
Silahkan hadapi generasi itu ketika masanya tiba.
Negeri ini dibangun atas prinsip: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia!! Itu tidak bisa ditawar, Bung. Negeri ini bukan cuma punya elit politik, cukong2 licik, dan makelar2 oportunis. Nilai keadilan sosial tidak akan pernah bisa dipadamkan di hati 250 juta penduduk Indonesia.
(Tere Liye)
___
*dari fb Tere Liye
INFO INDONESIA
Dari Ikhwanul Muslimin kepada ummat islam di Hari Raya Idul Adha yang barokah.
Allohu akbar, Allohu akbar, Allohu akbar Laa ilaaha illa Alloh... Allohu akbar, Allohu akbar wa lillahil hamd.
Ikhwanul Muslimin memberikan ucapan selamat hari raya dengan tulus dan do'a yang jujur kepada ummat islam dan arab, dan kepada masyarakat mesir yang mulia dan yang dihatinya terdapat keinginan untuk menuntut balasan, dan mengambil haknya, dan yang terusir, dan yang dalam keadaan terancam dan yang tertawan, oleh karena kita kembali bertemu dengan idul adha yang Alloh pertemukan kita kembali dengannya, dan telah tercapainya keinginan kita dan kemenangan revolusi kita dan kembalinya kemerdekaan kita dan lenyaplah kudeta militer.
Salam kehormatan dan anugerah yang kami kirimkan di hari raya ini kepada tuan presiden Muhammad Mursi, prediden Republik Arab Mesir, yang menyampaikan kebenaran tentang keinginan rakyat dan revolusi "25 Januari", dan terangkatlah nama Mesir setinggi tingginya diseluruh perayaan kenegaraan, tidak sebagaiman terjadi pada mereka yang merampas kekuasaan dan menghilangkan dan mengesampingkan legalitas.
Salam penghormatan untuk syuhada' Mesir semuanya, dan kepada anak anaknya, dan yang tertawan yang mana mereka terkorbankan untuk menjunjung prinsip yang benar dan keadilan dan kemerdekaan yang mulia, dan untuk membangun masa depan sebagai negara yang merdeka, dan saat itu semuanya mendapatkan rasa aman dan kebebasan dan kehidupan yang layak.
Dan oleh karena saat ini adalah perayaan besar Hari Raya Idul Adha yang berbarokah, hari rayanya menyembelih hewan dan makan makan, kami menyeru kepada rakyat dan ummat kami yang mulia untuk menyatukan barisan dan saling menolong karena kebaikan dan melawan kedholiman dan mengutuk syaithon, bentuk dari pelajaran yang kita dapat di dalam ibafah haji, dan inilah dia jutaan teriakan yang datang dari berbagai jalan dan bertalbiyah memanggil Alloh, berthowaf mengelilingi Baitulloh Al haram (ka'bah) dan bersuara dengan satu kalimat, "labaikallohumma labbaik", Alloh memerintahkan untuk menjadi ummat yang satu sebagaiman hati seorang, untuk menyerang syaithon sebagai lambang kedholiman dan kerusakan.
Supaya hari raya ini menjadi batu loncatan baru yang mana ummat islam bersatu disana untuk mendapatkan kebebasannya dan kemuliaannya dan membentuk masa depannya dan mengambil yang seharusnya didapatkan dan menguatkan tujuan tujuannya, di Iraq dan Suriah, Libya, Yaman dan diseluruh negri-negri ummat islam dan Mesir adalah sebagai kepalanya.
Sehingga kita bisa mengingat bahwa hari raya kita yang sesungguhnya adalah saat kemerdekaan ummat kita dari cengkeraman para perusak dan keadilan yang terpenuhi kembali dimuliakan, dan terjaganya kehidupan yang indah, dan hak hak kembali kepada pemiliknya.
Kami memohon kepada Alloh azza wa jall agar memberikan anugerahnya berupa kebaikan dan barokah kepada ummat Islam supaya terangkat kedholiman dari semua kaum muslimin di setiap titik tanah dimuka bumi dan terbebasnya tempat suci kita dan negri-negri kita dari setiap penjajah dan perampas yang durhaka dan agar ummat ini bisa bersatu dan berkumpul semuanya dan segera dituliskan kelapangan sesegera dan kemenangan yang dekat.
Sebarkanlah berita gembira dan bersiaplah karena sesungguhnya ummat kita diatas sebuah janji bahwasannya kemenangan begitu dekat insya Alloh setelah tercebur dalam situasi yang sulit.
{Dan mereka bertanya kapankah itu, katakanlah bahwa itu akan terjadi dalam waktu dekat}.
{Sedangkan Alloh memenangkan setiap perkara akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya}.
Allohu akbar wa lillahil hamd.
Al Ikhwan al Muslimun.
Cairo, 9 Dzulhijjah 1437 H / 11 September 2016
__
Terjemahan dari fb Maulana Musthofa
INFO INDONESIA
(Muhammad Idrus berpeci)
[portalpiyungan.com] JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS mendeklarasikan kadernya Mardani Ali Sera untuk maju sebagai bakal calon wakil gubernur bersama Sandiaga Uno di Pilkada DKI. Hal ini mengundang emosi akar rumput PKS yang sebelumnya salah satu kader muda PKS, Muhamad Idrus sudah mendeklarasikan dirinya maju dengan jargon #JakartaKEREN untuk melawan Ahok di Pilkada DKI 2017.
Ketua Tim Relawan #JakartaKEREN, M Hadi Nainggolan, menyatakan bakal calon Gubernur DKI, Muhamad Idrus akan melawan para petinggi PKS yang langsung menunjuk Mardani tanpa melihat suara dari bawah.
"Kami seluruh relawan siap melawan Pak Hidayat Nur Wahid dan teman-teman. Mereka menggunakan skenario politik bunuh diri. Bang Idrus dari awal yang mendeklarasikan diri, mendaftarkan diri ke PDIP dan Demokrat. Ini sudah merusak komunikasi politik yang selama ini dibangun," kata Hadi di Jakarta, Senin (12/9).
Hadi menegaskan bahwa tindakan Hidayat Nur Wahid CS seharusnya mengapresiasi gerakan kader muda yang sudah berani untuk bertarung di Pilkada.
"Dari zaman PKS lahir yang tampil dan mengendalikan politik itu 4L yaitu "Loe Lagi Loe Lagi", harusnya PKS lebih bisa peka dan bisa menciptakan regenerasi yang benar. Zaman sudah berubah, butuh model pendekatan yang modern untuk kader-kader muda PKS, bukan mematikan mereka. Bang Idrus ikut penjaringan formal dari partai koalisi kekeluargaan loh, sementara Mardani apapun tidak ada," papar Hadi.
Meski tidak didukung oleh elite PKS, Hadi menambahkan bahwa mesin relawan terus bekerja untuk memenangkan Idrus di pilkada DKI ini. Ia juga mengklaim bahwa kinerja #JakartaKEREN diakui oleh beberapa pihak elite PKS.
"Petinggi partai ada juga yang mengakui kinerja #JakartaKEREN selama ini, intinya kami terus bergerak dan bekerja bagaimana menangkan Bang Idrus untuk perhelatan pilkada ini. Di bawah sedang bergejolak, mereka semua satu suara dukung kader muda untuk maju," tutup Hadi.
Sumber: Berita Satu
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Anda masih ingat upaya pembunuhan terhadap dai kondang Syaikh Aidh al Qarni yang terjadi di Zamboanga Filipina pada Maret tahun lalu?
Pada Ahad (11/9) kemarin, dai asal Saudi Syaikh Aidh al Qarni mengatakan bahwa hasil penyelidikan pihak otoritas Filipina menunjukkan bahwa dalang percobaan pembunuhan terhadap dirinya ketika berkunjung ke Filipina adalah Iran.
Dalam salah satu video yang diunggah syaikh Al Qarni dalam akun Twitter pribadinya, beliau menyampaikan bahwa Duta Besar Saudi Arabia untuk Filipina, Abdullah Bashiry menyampaikan kepadanya bahwa Iran adalah dalang di balik percobaan pembunuhan terhadap dirinya.
Al Qarni menambahkan, "Iran dan pasukannya merencanakan sebuah kejahatan besar... Kaum Syiah dan Zionis termasuk kelompok Sufi tidak ada bedanya, mereka musuh umat islam."
Seperti yang diketahui, syaikh Al Qarni mendapat serangan ketika safari dakwah ke Filipina pada Maret lalu. Beliau menjadi sasaran pembunuhan dengan ditembak dari jarak dekat oleh pihak tidak dikenal. Namun dalam peristiwa tersebut syaikh Al Qarni berhasil selamat walau mengalami luka.
[Berikut VIDEO Syaikh Aidh al Qarni : Iran Dalang Upaya Pembunuhan]
التحقيقات الفلبينية تُثبت أن #ايران وراء محاولة اغتيالي في #الفلبين#عائض_القرني#تهديد_ايران_للحج http://pic.twitter.com/XytwhIDKRV— د. #عائض_القرني (@Dr_alqarnee) 10 September 2016
INFO INDONESIA
Apa kabar Pak Luhut?
Panjenengan sudah pusing atau pusing sekali?
Pak, sikap dan tindakan njenengan yang unjuk kuasa dengan melecehkan pengadilan sekaligus tidak menghormati hukum itu pelanggaran serius terhadap Konstitusi!
Njenengan bisa baca Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Dasar kita khan Pak?
Serius Pak, apa njenengan tidak sadar bahwa apa yang njenengan itu sangat berbahaya bagi Paklik Jokowi - sebagai Presiden Republik yang sah?
Atau...
Njenengan memang sadar menjerumuskan Paklik Jokowi untuk lakukan kesalahan fatal dengan lakukan pembangkangan thd Konstitusi? Apa motifnya Pak? Agar konco-konco njenengan "Gerombolan Papa Minta Saham" atau "Golkar United" bisa kembali berkuasa dan memainkan Republik ini seperti era Orde Ba(r)u-nya Mbah Harto?
Atau...
Njenengan sudah tidak sabar untuk mencutat Paklik Jokowi dari kursi yang dimenangkannya dengan suara rakyat? Agar njenengan setelah ini bisa berdiri dengan pongah "Look! I am the real President!"?
Sungguh Pak, njenengan sudah terlalu dan keterlaluan...
(Mahmud Syaltout)
***
9 KESALAHAN LUHUT LANJUTKAN REKLAMASI
1. BERAKSI MELAPAUI PRESIDEN
Menentang pernyataan presiden untuk tidak dikendalikan oleh swasta.
2. MENDUKUNG DAN MELINDUNGI KORUPSI
Proyek Reklamasi Pulau G diselimuti Kasus Grand Corruption
3. MELANGGAR PRINSIP KEHATI-HATIAN
Melanjutkan Reklamasi yang sudah banyak dipastikan akan menimbulkan kerusakan.
4. MEYAKITI HATI NELAYAN
Memunggungi laut dengan menghilangkan are atangkap nelayan
5. MELECEHKAN PENGADILAN
Putusan pengadilan reklamasi Teluk G harus berhenti
6. TIDAK TRANSPARAN
Tidak pernah membuka data-data Tim Komite, diduga membuat keputusan sepihak untuk menguntungkan pengusaha
7. PERUSAK LINGKUNGAN
Melanjutkan reklamasi yang sudah terbukti akan merusak ekosistem teluk Jakarta
8. MELANGGAR UU PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
Tidak adanya rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai dasar kebijakan pemanfaatan ruang di pesisir
9. MENGKHIANATI POROS MARITIM DAN NEGARA KEPULAUAN
INFO INDONESIA
| picture: courtesy of CNN |
[portalpiyungan.com] PT. Muara Wisesa jSamudra masih mendapatkan sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pengembang proyek reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta itu masih tidak diizinkan melanjutkan pembangunan pulau.
Menurut Direktur Pengaduan Pengawasan dan Pengenaan Sanksi Administrasi Rosa Vivien Ratnawati, anak perusahaan PT Agung Podomoro Land itu masih memiliki kewajiban yang harus dipenuhi agar bisa melanjutkan proyek reklamasi.
"Intinya kami telah menjatuhkan sanksi berupa paksaan pemerintah. Jika mereka sudah penuhi seluruh kewajiban yang kami desak, sanksi moratorium akan dicabut," ujar Vivien sapaan Rosa ketika dihubungi, Ahad, 11 September 2016.
Vivien mengatakan, sejauh ini pengembang masih melakukan pemenuhan kewajiban yang tertera dalam Surat Keputusan (SK) moratorium. SK Menteri LHK bernomor 355/Tahun 2016 menyatakan, penghentian sementara seluruh kegiatan reklamasi Pulau G hingga terpenuhinya kewajiban pengembang terkait dokumen lingkungan.
Salah satu kewajibannya yakni memastikan izin sumber dan jumlah material urug seperti batu dan tanah reklamasi. Menurut Vivien, pemenuhan dokumen lingkungan juga harus menunggu kajian mengenai National Capital Integrated Coastal Development (NCID) rampung.
"..masih dievaluasi. Progres dari pengembang yang terakhir belum kami evaluasi lagi. Jadi sanksi administratif masih berjalan sehingga pengembang belum bisa melanjutkan reklamasi," kata Vivien.
Moratorium pembangunan reklamasi Pulau G telah berlangsung semenjak Mei lalu. KLHK menyatakan ada beberapa aturan dalam izin lingkungan yang telah dilanggar oleh pengembang dalam melaksanakan pembangunan pulau itu. Antara lain adalah penggunaan peralatan dan pengangkutan material reklamasi tidak sesuai pengelolaan dan rencana pemantauan lingkungan hidup. Selain itu, tidak terdapat izin jelas terkait sumber pasir urugan yang digunakan pengembang.
Pengembang juga dinilai tidak melakukan koordinasi pembangunan proyek dengan PT PLN dan PT Pertamina Energi terkait lokasi pembangunan pulau. Padahal, lokasi reklamasi bersinggungan dengan proyek pembangkit listrik dan pipa-pipa gas dalam laut.
Pemerintah juga sempat bersepakat untuk membatalkan proyek reklamasi Pulau G. Menko Maritim pendahulu Luhut, Rizal Ramli menghentikan reklamasi Pulau G. Rizal menghentikan proyek reklamasi ini pada 30 Juni lalu berdasarkan evaluasi tim gabungan yang terdiri dari Kemenko Maritim, KLHK, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Alasannya karena pembangunan itu sarat pelanggaran berat. Pembangunan Pulau G dinilai mengganggu proyek vital dan strategis di kawasan tersebut.
Rizal Ramli pun terkena reshuffle. Ia diganti oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Ganti menteri maka ganti juga kebijakannya. Luhut berencana melanjutkan pembangunan reklamasi Pulau G. Reklamasi Pulau G dilanjutkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap aspek legal, lingkungan, dan teknis pembangunan.
"Tidak ada alasan untuk menghentikan (reklamasi Pulau G), Setelah kami periksa aspek-aspeknya tidak ada alasan untuk dihentikan," ujar Luhut di Istana Negara, 9 September 2016.
Luhut menyatakan, dirinya tidak akan mengeluarkan SK khusus terkait keberlanjutan pembangunan reklamasi Pulau G.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Ahok mengisyaratkan reklamasi Pulau G di pantai utara Jakarta bakal dilanjutkan. Isyarat itu terlihat setelah menerima surat resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
"Belum dapat surat. Jika tidak ada masalah ya kami lanjut," kata Ahok di Balai Kota.
INFO INDONESIA
"TAWAJJUH"
Oleh: KH. Hilmi Aminuddin
Ada seorang Al Akh akan pergi haji, meminta nasehat lebih dulu kepada saya. Saya katakan kepadanya haji itu merupakan bagian dari ibadah lainnya yang kesemuanya dalam rangka “Fa-aqim wajhaka liddieni hanifa”.
Seluruh Ibadah kita sangat tergantung kepada tawajjuh (orientasi) kita terhadap dien secara lurus, hanif. Pertama-tama tentu saja kita harus memiliki tawajjuh aqidi dalam setiap ibadah kita, orientasi aqidah atau menghadapnya kita secara aqidi.
Dalam ibadah haji direflesikan dalam kalimat "labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik". Kita menolak segala sambutan terhadap panggilan selain Allah, dan bila harus menyambut panggilan yang lain, misalnya istri atau anak, tetaplah dalam kerangka menyambut panggilan Allah atau dengan kata lain lillah, karena Allah. Karena kita sudah menegaskan; Labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syarika lak, aku sambut panggilanMU ya Allah tak ada sekutu bagiMu sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan kekuasaan ada di tanganMu. Tak ada sekutu bagiMu.
Setelah tawajjuh aqidi, tawajjuh atau orientasi yang kedua adalah tawajjuh syar’i. Dalam beribadah kita harus memperhatikan orientasi syar’i, ini karena Allah bukan saja menurunkan mabda’ (prinsip dasar) melainkan juga menurunkan syir’atan wa minhajan, dan dalam melangkah atau beribadah, kita harus melalui koridor tersebut.
Misalnya dalam haji, khudzuu ‘anni manasikakum—ambilah / contohlah dariku manasik haji kalian, dan dalam shalat, shallu kama roaitumuni ushalli—shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. Sejalan dengan itu tentunya juga terefleksi dalam hal jihad atau bisa diparalelkan, jaahidu kama roaitumuni ujaahid.
Tawajjuh yang ketiga adalah tawajjuh amali (orientasi operasional). Artinya kita harus “wa’aiddu lahum mastatho’tum minquwwah”, segala potensi secara operasional harus dihimpun dan digabung secara syumul (integral) dan takamul (terpadu) agar bisa merealisir tugas-tugas dan kewajiban-kewajiban dari Allah. Karena segala tugas dan kewajiban dari Allah tidak bisa kita persiapkan secara juz’iyah (parsial). Misalnya untuk sholat kita harus lebih dulu wudhu, dan untuk wudhu tentu saja harus ada air. Kemudian untuk Sholat harus syatrul aurat (menutup aurat), jadi harus ada baju dan mukena. Lalu agar dengkul kita bisa tegak dan kuat berdiri ketika sholat, kita butuh makan lebih dulu. Jadi ada kesyumuliyahan dalam adaa’ish shalah (pelaksanaan shalat).
Ketiga tawajjuh tersebut yakni tawajjuh aqidi, syar’i dan amali harus selalu ada terhimpun secara sekaligus di setiap ibadah yang kita lakukan.
Yang jelas kita harus senantiasa mempersiapkan segala sarana dan prasarana serta potensi agar tugas-tugas dari Allah swt dapat kita kerjakan secara baik, karena Allah telah menyuruh kita mengerahkan segenap potensi dan kekuatan “Waa’iddu lahum mastatho’tum minquwwah” (QS 8:60) di sinilah letak ke-syumuliyah-an dan ke-takamuliyah-annya.[]
INFO INDONESIA
MENGAJARI TUHAN
by: Balya Nur*
Saya sengaja menyamarkan pemilik akun yang wacananya akan dibahas ini agar kita tetap focus pada substansi, tanpa niat menyerang pribadi. Sebab bisa saja kita akan mencari latar belakang agamanya, profesinya, mazhabnya. Misalnya jika pemilik akun ini non muslim, bisa saja ada yang menyerang agamanya, padahal penganut agama itu belum tentu sepemikiran dengannya. Jika dia muslim, maka bisa saja serangan tertuju pada “mazhabnya”. Begitu juga proifesinya.
Pada Hari Raya Idul Adha kemarin, pemilik akun yang saya samarkan ini menulis status fesbuk seperti ini:
"Dalam menjalani ritual agama apapun, manusia sering kehilangan akal sehat. Hanya dalam hitungan jam, ribuan sapi, kambing, dan hewan kurban lainnya, lenyap tak berbekas, dan besoknya sudah jadi kotoran manusia. Bayangkan, jika tetap dengan niat berkurban, uangnya dikumpulkan, lalu dipakai untuk membangun sekolah, membeli obat-obatan, dan membantu mereka yang sulit secara ekonomi, tentu akan lebih bermanfaat. Sebagai simbol kepatuhan manusia atas perintah Tuhannya, dalam satu komunitas agama, baik di dunia ataupun di sebuah negara, cukup disembelih seekor sapi yang paling gemuk dalam sebuah upacara kurban bersama. Saya kira Tuhan maha apresiasi."
Karena status itu ditulis bertepatan pada Idul Adha, saya kesampingkan “agama apapun”. Diksi yang digunakan, “Ribuan sapi, kambing, dan hewan kurban lainnya” juga menunjukan ditujukan kepada ritual agama Islam. Pernahkah pemotongan hewan untuk sesembahan pada agama lain disebut hewan qurban?
Ibadah dalam Islam dibagi dalam dua cara. Ibadah Mahdhoh, dan Ghoiru Mahdhoh. Ibadah mahdhoh adalah ibadah yang sayarat dan rukunnya sudah baku, sedangkan ghoiru (selain) mahdhoh sebaliknya. Misalnya, tata cara sholat sebagai ibadah mahdhoh tidak boleh dirubah sesuka hati, atau sholat jumat tdak boleh dibagi dalam 2 shift, apalagi menggantinya pada hari lain.
Sebagai ibadah mahdhoh, maka ibadah Qurban juga punya syarat yang sudah baku, termasuk hewan qurbannya yang secara fisik harus memenuhi syarat tertentu. Termasuk di dalamnya domba yang dikonversi menjadi sapi atau onta.
Kalau ada ibadah mahdhoh yang barangnya dikonversi dengan barang lain sesuai kebetuhan masyarakat setempat, itu adalah hasil ijtihad para ulama dengan kepakarannya. Misalnya zakat fitrah yang awalnya berupa gandum dikonversi dengan beras. Karena pada intinya adalah bahan makanan pokok yang dimakan oleh penduduk setempat. Kalau dikonversi dengan uang memang terdapat silang pendapat, tapi kalau mengacu pada "semua muslim berhak mendapatkan kegembiraan pada hari raya idul fitri", maka kondisi lebaran di Indonesia yang kegembiraan itu bukan hanya memenuhi kebutuhan makan saja, maka uang bisa menjadi alternatif. Wallahu a’lam.
Kita kembali ke soal status yang mewacanakan ibadah Qurban bisa diganti dengan santunan sosial “uangnya dikumpulkan, lalu dipakai untuk membangun sekolah, membeli obat-obatan, dan membantu mereka yang sulit secara ekonomi, tentu akan lebih bermanfaat.” Sama saja dengan mengajari Tuhan. Menganggap Tuhan sudah salah memasukan ibadah Qurban sebagai ibadah mahdhoh.
Ibadah Qurban memang punya dimensi sosial, tapi ibadah yang khusus sosial sudah terdapat dalam salah satu Rukun Islam yang lima, yakni Zakat. Kalau ibadah Qurban adalah sunah muakadah (sunah yang sangat dianjurkan) maka Zakat ada yang wajib dan ada yang sunah. Zakat mal dan zakat fitrah hukumnya wajib, perintahnya jelas, “khudz! “ ambillah! Suka atau tidak suka, rela atau tidak rela, ikhlas atau tidak ikhlas, amil atau ulil amri wajib mengambil zakat mal dan fitrah pada setiap muslim. Beda dengan infaq atau shodaqoh yang hanya bisa dilaksanakan jika yang bersangkutan rela menyumbangkan hartanya.
Jadi, soal santunan sosial dalam ajaran Islam nggak usah dijarin lagi dengan mengubah ibadah Qurban menjadi ibadah Zakat. Santuan sosial telah ditempatkan pada tempat yang sangat tinggi, dalam salah satu rukun Islam.
Lagipula kalau “mengajari” Tuhan, disamping durhaka juga akan bikin malu diri sendiri. Saya ambil satu contoh. Dulu salah satu parpol yang bernafaskan Islam dalam salah satu kampanye akbar memisahkan tempat untuk pria dan wanita. Wah, para aktifis HAM berteriak menolak serempak, menganggapnya sebagai diskriminasi. Tapi setelah berjalannya waktu, banyak terjadi pelecehan wanita di tempat umum wabilkhusus di kendaraan umum. Maka orang-orang yang dulu berteriak diskriminasi itu malah paling lantang meneriakan perlunya tempat khusus untuk wanita. Seperti yang kita lihat sekarang. Ada kereta khusus untuk wanita, dan di halte trans Jakarta ada antrian khusus wanita, entah sekarang masih ada atau tidak.
Kalau malu bertanya sesat di jalan, maka mengajari “Tuhan” bisa sesat jalan. Itu!
___
*sumber: http://ift.tt/2cBIOAt
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Jokowi yang selama ini dikenal gila pencitraan, akhirnya tersandung kasus serius.
Saking inginnya dianggap berwibawa, Jokowi tak segan-segan berdusta pada publik, tak tanggung-tanggung, Jokowi menjual nama Presiden Filipina!
Jokowi yang mengatakan bahwa Pemerintah Filipina memberi mempersilakan terkait eksekusi terpidana mati Mary Jane justru membuat mantan orang nomor satu di Jakarta itu buruk di kawasan ASEAN bahkan internasional.
Hal ini diungkapkan oleh Zainal Abidin, pemerhati masalah politik luar negeri.
“Ini menyangkut hukuman mati dan Jokowi membohongi Pemerintah Filipina bahwa Jokowi mengklaim Presiden Rodrigo Duterte menyetujui hukuman mati Marry Jane dan ternyata dibantah Pemerintah Filipina. Dan ini membuat nama Jokowi buruk di kawasan ASEAN,” ujarnya Selasa 13 September 2016.
Kata Zainal, saat ini masyarakat ASEAN sudah mengetahui karakter Jokowi yang suka berbohong.
“Tentunya politisi negara-negara ASEAN membaca berita di Indonesia. Mereka punya duta besar dan ini membawa dampak buruk nama Indonesia,” jelas Zainal.
Zainal mengatakan, Jokowi harus mengubah cara komunikasi dengan lebih bagus dan tidak terlalu bombastis.
“Mungkin saja, Jokowi menganggap Duterte orangnya suka bombastis ternyata justru blunder buat Jokowi dan bangsa Indonesia,” papar Zainal.
jokowi yang hingga siang ini, Selasa, 13 September 2016 masih ngotot berpendapat bahwa Duterte mempersilakan Indonesia mengeksekusi Mary Jane, kembali
".. sampaikan proses sesuai hukum di Indonesia. Artinya udah jelas seperti yang saya sampaikan," ujar Jokowi usai meresmikan terminal Peti Kemas Kalibaru, Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari ini.
Menurut Jokowi, pihaknya juga masih menunggu proses hukum yang ditempuh Pemerintah Filipina terkait status hukum Mary Jane. Yang jelas, Jokowi menilai Mary Jane telah divonis bersalah memiliki 2,6 kilogram heroin.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa saat setelah Jokowi mengklaim Presiden Filipina Rodrigo Duterte mempersilahkan eksekusi terpidana mati kasus narkoba, Mary Jane Veloso, pihak pemerintah Filipina langsung membantahnya.
Melalui juru bicaranya, Ernesto Abella, dalam jumpa pers di Manila, Senin 12 September 2016, Duterte hanya mengatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang berlaku di Indonesia soal Mary Jane.
"Mengenai pernyataan yang berasal dari Indonesia, saya hanya memberitahu pernyataan yang sebenarnya perihal percakapan dengan Presiden Widodo. Dia mengatakan tentang Mary Jane Veloso, dia berkata, 'Ikuti hukum Anda sendiri. Saya tidak akan mengintervensi," kata Abelle mengutip perkataan Duterte pada Jokowi.
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay menyampaikan penegasan senada. Ia mengungkapkan bahwa Duterte tidak pernah memberikan lampu hijau untuk eksekusi Mary Jane.
"Tidak memberikan apa yang disebut sebagai 'lampu hijau' untuk eksekusi mati Mary Jane Veloso," terang Yasay.
Pernyataan Duterte bahwa ia tidak ingin mengintervensi hukum di Indonesia semestinya tidak sertamerta diterjemahkan sebagai izin atau perintah eksekusi, melainkan justru menjadi sebuah kode agar Jokowi berhati-hati dalam memberikan perintah eksekusi mati.
Duterte bukanlah orang bodoh, atau orang yang mudah dibodohi. Duterte tidak akan melakukan kecerobohan fatal seperti mengeksekusi orang yang belum tentu bersalah dalam sebuah kasus hukum, atau mengeksekusi mati seorang terpidana mati yang proses grasinya bahkan belum tuntas.
Duterte tidak akan memaksa Jokowi untuk membebaskan Mary Jane, Duterte tidak akan mengintervensi sejauh itu. Yang diminta Duterte adalah sebuah proses hukum yang jujur dan adil.
Senin, 12 September 2016
INFO INDONESIA
[portalpiyungan.com] Presiden Joko Widodo pernah mengaku dia merasa mirip dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte karena memiliki banyak kesamaan. Ini disampaikannya dihadapan Duterte dan delegasi Filipina sebelum memulai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/9), pekan lalu.
Hanya 4 hari setelah Jokowi merasa mirip Presiden Duterte, Presiden Filipina itu mengeluarkan perintah agar pasukan khusus Amerika yang sedang beroperasi di Filipina bagian selatan keluar dari negaranya.
Duterte: Semua Pasukan AS Harus Hengkang dari Filipina Selatan
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan semua pasukan Amerika Serikat (AS) harus hengkang dari wilayah selatan negaranya. Duterte menganggap tentara AS telah mengobarkan ketegangan dengan penduduk Muslim di Filipina selatan.
Presiden berjuluk “The Punisher” atau “Penghukum” ini blak-blakan menentang keberadaan tentara AS yang ditempatkan di wilayah Mindanao selatan. Alasannya, perdamaian tidak pernah tercipta selama lebih dari satu abad di wilayah itu sejak adanya pasukan AS.
Dia mengatakan bahwa masalah itulah yang menyebabkan periode panjang kebencian dari minoritas penduduk Muslim terhadap mayoritas umat Katolik di wilayahnya.
”Selama kita tinggal dengan Amerika, kita tidak akan pernah memiliki damai di negeri itu,” ucap Duterte pada Senin, sebagaimana dikutip dari AP, Selasa (13/9/2016).
(Link: http://ift.tt/2cnfjjk)
Apakah Jokowi berani mirip Duterte?
Ambil contoh soal operasi Freeport. Itu aja, sebagai contoh.
Berani usir Amerika dari Freeport???
Ayo Buktikan Kalau Jokowi Mirip dengan Duterte!
Kita 10000000% DUKUNG JOKOWI!
INFO INDONESIA
Mas Dede Supriyadi adalah pembaca KOMPAS sejak lama yang ditunjukkan dengan kartu di bawah ini, tapi sekarang dia kecewa dengan koran ini dengan pemberitaannya yang tidak netral (karena membela Ahok).
Maka Mas Dede sekarang berhenti langganan KOMPAS.
"Saya pembaca Kompas dari tahun 86-an, dan ini kartu Kompas saya, pak. Alhamdulillah, saya sudah putus langganan Kompas," tulis Mas Dede di wall facebook Buni Yani, Senin (12/9/2016).
Rasa-rasanya Mas Dede bukanlah orang terakhir yang akan berbuat demikian.
Dan ternyata benar. Status Mas Dede ini ditanggapi dengan komentar netizen yang mengaku sudah berhenti langganan KOMPAS.
"Di rumah saya ada 3 koran. Koran lokal, Republika, dan Kompas. Tanpa pemberitahuan, istri saya stop langganan ompasikom. Saya tanya kenapa? Dengan enteng menjawab, "Kompas gak sesuai namanya"," tulis Badrul Munir di kolom komentar.
Netizen lain, Andi Mulya menceritakan, "Tadi malam pak farid tetangga sy yg putra bungsu ulama di pdg pjg berkata... Sbg media... sudah tdk ada rasa segan dan malunya berbuat begitu thd umat."
Netizen lain, Dimas Widiarto menyerukan untuk berhenti langganan Kompas.
"Sebar tagar #BerhentiLanggananKompas :-D," tulis Dimas.
Buni Yani, peneliti di Universitas Leiden Belanda menyebut media yang partisan seperti ini (dimana seharusnya media netral) dengan istilah "dumbing down" (makin bego).
Sumber: fb
Langganan:
Komentar (Atom)